PONTIANAK POST - Suasana meriah membalut malam perpisahan Bupati dan Wakil Bupati Sintang yang digelar Sabtu (8/1) malam. Ribuan masyarakat tumpah ruah di lokasi konser untuk menyaksikan penampilan dua band legendaris, Boomerang dan Arwana, yang diundang khusus untuk menghibur warga di momen istimewa ini.
Sejak sore, area konser sudah dipadati penonton yang antusias menantikan penampilan bintang tamu. Saat Boomerang membuka pertunjukan dengan lagu-lagu hits mereka, gemuruh sorakan dan nyanyian bersama menggema di seluruh arena. Begitu pula saat Arwana naik panggung, nostalgia semakin terasa dengan tembang-tembang yang akrab di telinga para penggemarnya.
Wakil Bupati Kabupaten Sintang Melkianus menyampaikan rasa syukur atas dukungan masyarakat selama masa kepemimpinannya bersama Bupati Sintang Jarot Winarno. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Sintang, termasuk yang berada di berbagai kecamatan seperti Serawai, Ambalau, Ketungau, Tempunak, Dedai, Kelam, hingga Kota Sintang.
"Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang terjalin selama satu periode ini. Kami juga bersyukur bahwa Pak Bupati, yang telah mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk Sintang, tetap bersama kita dan menunjukkan kepeduliannya terhadap daerah ini," ujar Melkianus.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Forkopimda, ASN, tenaga honorer, dan seluruh masyarakat atas kerja sama yang telah terjalin selama ini. "Semoga kita semua senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan," tutur Melkianus.
Di sisi lain, Melkianus mengakui bahwa selama masa kepemimpinannya masih ada program-program yang belum terlaksana sesuai visi dan misi mereka. Hal ini, menurutnya, disebabkan oleh keterbatasan anggaran daerah. Untuk itu, ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Sintang.
Terkait pemerintahan baru, Melkianus mengajak masyarakat untuk mendukung Bupati dan Wakil Bupati terpilih dalam menjalankan program pembangunan lima tahun ke depan.
"Tanpa dukungan masyarakat, sehebat apa pun pemimpin tidak akan bisa melaksanakan tugasnya dengan baik. Maka dari itu, mari kita bersatu dan bergandengan tangan membangun Sintang yang merupakan rumah besar kita bersama," katanya.
Ia juga menyinggung perbedaan pilihan dalam Pilkada yang telah berlangsung. Menurutnya, perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam demokrasi, namun masyarakat Sintang harus tetap menjaga persatuan dan menghindari perpecahan.
"Kami memang akan mengakhiri masa jabatan kami dari roda pemerintahan Kabupaten Sintang namun kami tetap di Kabupaten Sintang bersama-sama," pungkas Melkianus. (nda)
Editor : A'an