PONTIANAK POST - Bagi Marselina Evy (39), menulis bukan sekadar hobi, melainkan cara untuk mewariskan inspirasi dan melestarikan budaya. Bahkan menurutnya, menulis adalah bagian terpenting dalam proses ia melanjutkan hidup.
“Saya kurang bisa berbicara di depan khalayak umum, jadi menulis adalah cara saya untuk berbagi dan mewariskan sesuatu,” ujar Marselina Evy penulis buku Tips dan Trik Kuliah Cepat, Selasa (11/2).
Wanita yang kerab disapa Evy ini, memulai perjalanan menulisnya dimulai sejak 2008 dengan menerbitkan buku pertamanya berjudul Tips dan Trik Kuliah Cepat di Yogyakarta. Saat itu, ia masih menjadi mahasiswa dan menulis buku sebagai bentuk berbagi pengalaman. Setelah sempat berhenti, ia kembali menulis pada akhir 2015 saat menyelesaikan pendidikan magister.
Dengan keterampilan menulis yang semakin terasah, Evy kembali ke Kalimantan Barat pada 2016 dan bekerja sebagai wartawan. Tak lama berselang, ia beralih menjadi penulis Humas di lingkungan pemerintah daerah Kabupaten Sintang.
Ketertarikannya dalam mendokumentasikan budaya membawanya lebih jauh. Ia pun mulai tertarik dalam dunia penulisan tentang budaya dengan tujuan mendigitalisasi dan mengarsipkan warisan budaya lokal.
"Tahun ini ada sudah 11 buku bertemakan kajian budaya berhasil saya terbitkan," tutur Evy.
Selain itu, ia juga menulis dua buku bersama NGO lokal yang didirikannya bersama teman-temannya. Tak hanya dalam bentuk tulisan, ia turut berkontribusi dalam produksi film dokumenter budaya sebagai penulis skenario.
“Menulis bagi saya bukan hanya pekerjaan, tapi bagian dari hidup. Dengan menulis, saya merasa bisa menjaga warisan budaya agar tidak hilang,” ungkapnya.
Selain sebagai penulis, ia juga mengajar di sebuah universitas lokal di Kabupaten Sintang. Pekerjaan sebagai dosen menuntutnya untuk terus menulis, baik dalam bentuk penelitian maupun kajian akademik.
Dengan perjalanan panjang di dunia kepenulisan, Evy memiliki satu prinsip yang terus ia pegang yakni menulis adalah cara untuk mewariskan inspirasi. (nda)
Editor : A'an