PONTIANAK POST - Graha Korps Alumni Himpun Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Sintang kini sudah dapat digunakan meski proses pembangunannya belum rampung 100 persen. Ketua KAHMI Sintang;Heri Sugiono menyatakan gedung ini menjadi yang pertama di Kalimantan Barat yang dimiliki secara mandiri oleh KAHMI.
“Gedung ini sudah lama kami idam-idamkan. Meskipun masih banyak kekurangan, kami bersyukur bisa mulai memanfaatkannya untuk kegiatan organisasi sehari-hari,” ujar Heri Sugiono dalam acara peresmian graha KAHMI di Pendopo Bupati Sintang kemarin.
Heri juga menjelaskan bahwa Graha KAHMI tidak hanya diperuntukkan bagi alumni HMI, tetapi juga dapat digunakan oleh kader HMI Cabang Sintang untuk kegiatan pengkaderan. Saat ini, ada beberapa bagian yang masih perlu diselesaikan, seperti pemasangan pintu dan jendela, penyediaan toilet, serta akses air bersih.
KAHMI telah berkoordinasi dengan PDAM, namun karena jarak yang cukup jauh, mereka mempertimbangkan pembangunan sumur bor sebagai alternatif. Selain itu, penataan halaman juga menjadi prioritas dalam waktu dekat.
“Target kami, per 1 Maret 2025 gedung ini sudah bisa ditempati sepenuhnya,” jelasnya.
Sebelumnya, KAHMI Sintang harus menyewa sekretariat dengan biaya Rp13 juta per tahun. Dengan keberadaan gedung ini, mereka berharap bisa lebih mandiri dalam menjalankan organisasi.
Sementara itu Bupati Sintang Jarot Winarno menegaskan komitmennya untuk membantu penyelesaian pembangunan Graha KAHMI.
“Kami akan patungan, semua OPD bersama-sama membantu menyempurnakan gedung ini. Saya juga mendorong anggota dewan untuk ikut berpartisipasi,” kata Jarot.
Ia berharap dengan adanya gedung ini, HMI bisa lebih aktif dalam berkontribusi terhadap pembangunan daerah dan menjaga sinergi dengan pemerintah.
Baca Juga: Siap Dilantik, Romi Wijaya Jalani Pemeriksaan Kesehatan di RSUD SMJ 1
"Pembangunan Graha MD KAHMI Sintang menjadi langkah penting dalam memperkuat eksistensi organisasi dan memberikan ruang bagi kader-kader muda untuk terus berkembang," pungkas Jarot. (nda)
Editor : A'an