Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pemkab Sintang Perkuat Peran Kader TPK dalam Upaya Penurunan Stunting

A'an • Jumat, 28 Februari 2025 | 13:36 WIB

 

PEMBINAAN : Suasana Pembinaan Tim Pendamping Keluarga di Kecamatan Sintang.
PEMBINAAN : Suasana Pembinaan Tim Pendamping Keluarga di Kecamatan Sintang.

PONTIANAK POST - Pemerintah Kabupaten Sintang terus mendorong upaya nyata dalam menurunkan angka stunting di wilayahnya. Satu diantara langkah yang dilakukan adalah pembinaan bagi kader Tim Pendamping Keluarga (TPK), yang bertugas memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat.

Camat Sintang Tatang Supriyatna menegaskan bahwa konvergensi stunting 2025 bukan sekadar program pemerintah, tetapi sebuah gerakan bersama yang membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat.

"Stunting bukan hanya persoalan gizi, tetapi juga pola asuh, kesehatan ibu, hingga sanitasi. Oleh karena itu, pencegahannya harus dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan," ujar Tatang pada saat melakukan pembinaan terhadap TPK, Kamis (27/2).

Tatang menyatakan upaya percepatan penurunan stunting dilakukan dengan berbagai strategi. Salah satunya adalah rembug stunting di tingkat kabupaten yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

"Kami tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader pendamping, dan masyarakat sangat diperlukan," jelas Tatang.

Selain itu, peningkatan kapasitas bagi kader TPK juga menjadi fokus utama. Pelatihan diberikan agar mereka memiliki pemahaman yang baik dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya dalam 1.000 hari pertama kehidupan anak.

"Kami juga melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala untuk memastikan intervensi yang dilakukan berjalan efektif," tambahnya.

Beberapa langkah konkret yang terus didorong adalah pemenuhan asupan gizi yang cukup bagi ibu hamil dan anak, pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama, serta memastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap.

"Selain itu, kami juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menghindari pernikahan usia dini dan menjaga kesehatan reproduksi. Ini penting karena faktor tersebut berpengaruh pada tumbuh kembang anak," ungkapnya.

Dengan berbagai langkah tersebut, target nasional untuk menurunkan angka stunting hingga 18 persen pada tahun 2025 diharapkan dapat tercapai.

"Perubahan tidak bisa terjadi dalam semalam, tetapi jika kita semua bergerak bersama, hasilnya akan lebih maksimal," tutupnya.

Melalui pendekatan yang menyeluruh dan berkelanjutan, Kecamatan Sintang optimistis dapat berkontribusi dalam menekan angka stunting dan menciptakan generasi yang lebih sehat dan berkualitas. (nda)

Editor : A'an
#stunting #TPK #Pemkab Sintang