PONTIANAK POST - Suasana semarak dengan cahaya api obor menyelimuti Kota Sintang, Kamis (27/2) malam. Sejumlah besar warga tumpah ruah ke jalan menyaksikan pawai obor dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1446 Hijriah.
Acara itu diikuti oleh 1.200 peserta dengan panjang barisan pawai sekitar 600 meter. Seluruh peserta berasal dari berbagai organisasi Islam seperti majelis taklim, gabungan remaja masjid, serta sekolah-sekolah Islam di Sintang.
Pawai dimulai dari halaman Masjid Jami’ Sultan Nata Sintang. Dengan mengenakan pakaian muslim, para peserta membawa obor dan berjalan tertib mengelilingi kota sebelum kembali lagi ke masjid.
Sepanjang perjalanan, mereka mengumandangkan shalawat dan takbir, menambah suasana religius yang kental.
Ketua Masjid Jami' Sultan Nata Sintang, Gusti M. Fadli, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi tradisi tahunan yang selalu dinantikan masyarakat.
"Pawai obor ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga bentuk syiar Islam dan kebersamaan umat muslim dalam menyambut bulan penuh berkah," ujar Fadli.
Fadli juga mengingatkan bahwa setiap kegiatan tidak mungkin terjadi tanpa adanya penggerak, begitu pula dengan pawai obor ini.
"Kegiatan apapun tidak mungkin terjadi bila tidak ada yang menggerakkannya, begitu juga dengan pawai obor di malam yang sangat indah ini tidak mungkin terjadi jika tidak ada yang menggerakkannya. Untuk itu, sudah sepatutnya pelaksanaan pawai obor di malam yang penuh dengan berkah ini kita sambut dengan sama-sama mengucapkan syukur kepada Sang Maha Penggerak, yaitu Allah SWT," tuturnya.
Ia juga menambahkan bahwa pawai ini mengajarkan nilai-nilai kebersamaan dan kecintaan terhadap bulan suci Ramadan, terutama bagi generasi muda.
"Kami ingin anak-anak muda lebih memahami makna ramadan, bukan hanya sekadar menjalankan ibadah puasa, tetapi juga menjaga ukhuwah Islamiyah dan memperkuat rasa persaudaraan di masyarakat," ungkapnya.
Sepanjang rute, pawai mendapatkan sambutan hangat dari warga yang berdiri di pinggir jalan. Banyak yang mengabadikan momen ini dengan kamera ponsel, sementara anak-anak tampak antusias melihat barisan obor yang bergerak perlahan.
Satu diantara peserta pawai, Rizki (17), mengaku senang bisa ikut serta dalam kegiatan ini.
"Ini pengalaman yang luar biasa. Rasanya bangga bisa ikut meramaikan pawai obor ini bersama teman-teman," katanya.
Rizki mengaku tradisi pawai obor ini juga sebagai satu diantara kegiatan yang dapat menjadi wadah untuk semakin memperat tali silaturahmi sesama masyarakat.
"Yang nonton tidak hanya umat Islam saja tapi seluruh masyarakat dari berbagai golongan bisa ikut merasakan meriah dan suka cita pawai obor ini, ini juga sebagai simbol bahwa Sintang itu cinta damai," tutur Rizki.
Pawai obor berlangsung dengan aman dan tertib. Panitia serta aparat keamanan turut mengawal jalannya acara hingga selesai. Dengan berakhirnya pawai ini, masyarakat Sintang semakin siap menyambut datangnya bulan suci Ramadhan dengan penuh suka cita. (nda)
Editor : Miftahul Khair