Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pemkab Sintang Gelar Gerakan Pangan Murah, Tekan Inflasi Saat Ramadan dan Idul Fitri

A'an • Rabu, 5 Maret 2025 | 13:06 WIB

 

 

BELANJA : Masyarakat Sintang berbondong-bondong antri belanja menikmati program GMP dari Pemkab Sintang yang digelar di halaman DKPP Kabupaten Sintang.
BELANJA : Masyarakat Sintang berbondong-bondong antri belanja menikmati program GMP dari Pemkab Sintang yang digelar di halaman DKPP Kabupaten Sintang.

PONTIANAK POST - Pemerintah Kabupaten Sintang menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) selama tiga hari yakni 4 hingga 6 Maret 2025, di Halaman Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Sintang. Program itu bertujuan untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau saat Bulan Suci Ramadan dan Idul Fitri.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Kartiyus, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga serta mengendalikan inflasi di daerah.

"Ini untuk membantu ibu-ibu mendapatkan Sembako dengan harga yang lebih murah dibandingkan pasar, yang biasanya mengalami kenaikan harga. Kita bersyukur, karena inflasi di Kabupaten Sintang pada Januari dan Februari 2025 sangat rendah, yakni 0,75 persen, terendah di Kalimantan Barat," ujar Kartiyus.

Kartiyus juga mengungkapkan bahwa setelah GPM ini selesai, pemerintah akan kembali mengadakan operasi pasar setiap minggu hingga menjelang Lebaran.

"Minggu depan akan ada operasi pasar yang digelar oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM. Ini dilakukan agar masyarakat terus mendapatkan harga pangan yang lebih terjangkau," tambahnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala DKPP Kabupaten Sintang, Helmi, menjelaskan bahwa GPM kali ini menghadirkan tujuh jenis kebutuhan pokok dengan harga subsidi.

Beberapa di antaranya yakni beras SPHP 5 kg dijual dengan harga Rp 61.000 dan stok tersedia 7,5 ton. Kemudian beras premium 5 kg dijual dengan harga Rp 70.000 dengan jumlah stok 3 ton harga tersebut telah mendapat subsidi Rp 2.000 per 5 kg.

Selain itu, juga terdapat gula pasir dengan perkilo Rp 15.000 dengan jumlah stok 3 ton tersedia telah disubsidi Rp3.000/kg. Kemudian, minyak goreng dengan harga Rp 15.000 perkilo yang tersedia 3000 liter dengan subsidi harga Rp4.000 perkilo.

Baca Juga: Prioritas 100 Hari: Pemkot Pontianak Kerahkan Sumber Daya untuk Tuntaskan Masalah Genangan Air

"Telur ayam juga ada dijual 52 ribu persatu raknya, stok kita ada 46.800 butir, ada juga daging beku 100ribu perkilo, juga aneka sayur dan makanan olahan," terang Helmi.

Untuk menjaga pemerataan distribusi, pembelian dilakukan dengan sistem kupon. Setiap warga hanya dapat membeli maksimal dua bungkus untuk komoditas gula, beras SPHP, dan minyak goreng. Sementara itu, beras premium dan telur dibatasi satu bungkus per orang.

"Kami bekerja sama dengan Bulog, Keling Kumang Agro, Aspartan, serta UMKM lokal dalam penyediaan bahan pangan ini. Harapannya, masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih ringan," ungkapnya.

Dengan adanya GPM ini, diharapkan daya beli masyarakat tetap terjaga dan harga bahan pokok tetap stabil menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri. (nda)

Editor : A'an
#ramadan #gpm #inflasi #Pemkab Sintang