PONTIANAK POST - Forum Komunikasi Lalu Lintas Kabupaten Sintang (FK2L) mulai melakukan perbaikan titik-titik kerusakan jalan secara swadaya. Aksi ini dimulai pada Kamis (13/3) dengan menambal lubang di ruas jalan Sintang menuju batas Kabupaten Sekadau. Perbaikan itu dilakukan dengan menggunakan bahan semen, pasir, air, dan batu kerikil.
Kasat Lantas Polres Sintang AKP Alfada Imansyah menegaskan bahwa aksi ini tidak hanya dilakukan di ruas jalan menuju Sekadau, tetapi juga akan berlanjut di jalur Sintang menuju batas Kapuas Hulu dan Sintang menuju batas Melawi.
"Ini baru langkah awal. Selain menutup jalan rusak, kami juga akan memasang spanduk imbauan di titik rawan kecelakaan, seperti depan pesantren menuju Kelam Permai dan penyempitan jalan di Gernis," ujar AKP Alfada Imansyah.
Menurut AKP Alfada, kecelakaan umumnya disebabkan oleh empat faktor: manusia, kendaraan, jalan, dan alam.
"Namun, faktor utama tetap manusia dan kondisi jalan. Faktor manusia bisa diminimalisir dengan edukasi, sedangkan faktor jalan kami tangani dengan perbaikan dan imbauan di lokasi rawan kecelakaan," jelasnya.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat lebih berhati-hati dalam berkendara. "Keselamatan lebih utama daripada kecepatan. Masih ada titik rawan kecelakaan seperti jalan rusak, bahu jalan yang tinggi, dan daerah blank spot," imbaunya.
Sementara itu, Kepala Jasa Raharja Cabang Sintang, Aulia Redha Martha Husaini, mengungkapkan bahwa aksi ini merupakan tindak lanjut dari rapat FK2L seminggu sebelumnya.
"Kami bergerak secara swadaya dengan membeli material untuk memperbaiki beberapa titik kerusakan jalan. Kami juga mengimbau pengendara untuk lebih waspada terhadap kondisi jalan, terutama saat musim hujan yang berpotensi memperparah kerusakan," jelasnya.
Aulia berharap dengan adanya aksi ini risiko kecelakaan akibat kondisi jalan yang buruk dapat diminimalisir.
"Tetap perlu diingat bahwa partisipasi dan kesadaran pengguna jalan tetap menjadi faktor utama dalam menciptakan lalu lintas yang aman," tutupnya. (nda)
Editor : A'an