PONTIANAK POST - Libur Idulfitri 1446 Hijriah bagi pelajar di Kabupaten Sintang telah dimulai sejak 21 Maret dan akan berlangsung hingga 8 April 2025. Meskipun memiliki waktu libur yang cukup panjang, siswa diharapkan tetap melaksanakan kegiatan belajar di rumah agar tidak kehilangan ritme pembelajaran.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, Yustinus, menekankan pentingnya pembelajaran mandiri, terutama bagi siswa kelas VI dan kelas IX yang akan menghadapi evaluasi akhir belajar. Menurutnya, guru perlu memberikan tugas kepada siswa agar mereka tetap aktif belajar selama liburan.
"Kita berharap dalam masa liburan yang panjang, anak-anak tetap diberikan penugasan untuk belajar di rumah. Apalagi bagi siswa kelas VI maupun kelas IX yang akan menghadapi evaluasi akhir, sehingga mereka tetap memiliki kesiapan yang baik," ujar Yustinus, Jum'at (21/3).
Ia juga menambahkan bahwa liburan bukan berarti siswa sepenuhnya berhenti belajar. Dengan adanya tugas dari guru, mereka tetap bisa mengasah pemahaman terhadap materi yang telah dipelajari.
Selain memastikan kelangsungan belajar siswa, Yustinus juga mengingatkan para kepala sekolah untuk memperhatikan keamanan sarana dan prasarana sekolah selama masa libur.
"Seluruh kepala satuan pendidikan diharapkan selalu memperhatikan keberadaan sekolahnya dengan bekerja sama dengan orang tua, komite, dan masyarakat. Hal ini penting untuk menjaga keamanan lingkungan sekolah selama musim liburan," jelasnya.
Menurut Yustinus, keterlibatan orang tua juga sangat diperlukan agar anak-anak tetap disiplin dalam belajar meski sedang berada di rumah.
"Orang tua memiliki peran besar dalam mendampingi anak-anak selama liburan. Diharapkan mereka dapat mengingatkan dan membimbing anak-anak untuk mengerjakan tugas yang telah diberikan oleh guru," tambahnya.
Dengan adanya tugas dari sekolah dan dukungan dari keluarga, diharapkan para siswa tetap siap menghadapi ujian setelah libur Lebaran.
"Hal ini penting agar mereka tidak mengalami kesulitan dalam mengejar kembali materi yang telah dipelajari sebelumnya," pungkasnya. (nda)
Editor : Miftahul Khair