Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Banjir Rendam 22 Desa di Sintang, Ketinggian Air di Tempunak Capai 70 cm

Riska Nanda Kumala Sari • Senin, 24 Maret 2025 | 13:55 WIB
BANJIR: Kondisi banjir yang melanda di Desa Kebiau Baru.
BANJIR: Kondisi banjir yang melanda di Desa Kebiau Baru.

PONTIANAK POST - Akibat curah hujan yang cukup tinggi sejumlah desa dan kelurahan di Kecamatan Sintang terdampak banjir, hingga Minggu (23/3), tercatat 22 desa dan kelurahan terdampak dengan ketinggian air berkisar antara 30 hingga 50 cm.

Camat Sintang Tatang Supriyatna menuturkan, beberapa wilayah yang paling parah terkena dampak adalah Desa Kebiau Baru, Desa Tebing Raya, serta Kelurahan Ulak Jaya, Kelurahan Menyumbung Tengah, Kelurahan Mekar Jaya, dan Kelurahan Batu Lalau.

"Berdasarkan laporan, kondisi di Desa Kebiau Baru debit air terus naik 15 hingga 20 cm, menyebabkan 25 kepala keluarga (KK) terdampak dengan jumlah korban jiwa mencapai 47 orang," ujar Tatang.

Sementara itu, Tatang menjelaskan di Kelurahan Ulak Jaya, ketinggian air bertahan di angka 50 hingga 56 cm dengan jumlah korban terdampak mencapai 503 jiwa dari 253 KK.

Pihak kecamatan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kelurahan untuk memantau perkembangan banjir. Tatang juga mengimbau masyarakat agar berhati-hati dalam beraktivitas di tengah kondisi banjir.

"Kami meminta warga tetap waspada dan menghindari daerah yang berisiko. Semoga debit air segera surut agar aktivitas bisa kembali normal," pintanya.

Untuk mengantisipasi bencana lebih lanjut, Satuan Polisi Air (Sat Polair) Polres Sintang meningkatkan patroli di sejumlah titik sungai yang mengalami peningkatan debit air.

"Patroli ini bagian dari deteksi dini terhadap potensi banjir akibat curah hujan tinggi. Terlebih saat ini kita berada di bulan suci Ramadan dan menjelang Idulfitri. Kami ingin memastikan masyarakat bisa menjalankan ibadah dengan aman dan tenang," kata Kabag Ops Polres Sintang, Kompol Aang Permana.

Selain memantau tinggi muka air Sungai Kapuas dan anak sungainya, tim juga memberikan edukasi kepada warga agar tetap waspada terhadap kemungkinan banjir mendadak serta segera melapor jika melihat tanda-tanda kenaikan air yang mengkhawatirkan.

Kasat Polairud IPTU Sutarji menambahkan, patroli akan terus ditingkatkan menjelang arus mudik dan perayaan Hari Raya. "Kami akan terus melakukan pemantauan dan memberikan bantuan jika diperlukan, terutama bagi warga yang terdampak paling parah," ujarnya.

 Baca Juga: Potensi IHSG untuk Rebound Masih Terbuka, Ini Faktor Pendorongnya

Juga Rendam Tempunak

Tidak hanya Kecamatan Sintang, banjir juga melanda Kecamatan Tempunak akibat curah hujan tinggi. Babinsa Koramil 1205-11/Tempunak, Sertu Guruh Pandi, mengungkapkan bahwa akses jalan menuju Desa Nanga Tempunak tergenang air dengan ketinggian bervariasi antara 15 hingga 70 cm. Warga yang hendak menuju Sintang terpaksa menggunakan motor air untuk melewati genangan yang cukup dalam.

"Kami mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca dan potensi kenaikan air yang semakin tinggi," imbau Sertu Guruh Pandi.

Selain itu, ia juga meminta masyarakat untuk menjaga keselamatan, terutama anak-anak, agar tidak bermain di sekitar sungai yang berisiko. "Semoga masyarakat tetap tenang dan menjaga kehati-hatian. Kami akan terus memantau perkembangan situasi ini dan memberikan bantuan jika diperlukan," tambahnya.

Koramil Tempunak terus berkoordinasi dengan Kodim 1205/Sintang dan pemerintah daerah guna mengantisipasi dampak lebih lanjut serta memastikan bantuan dapat segera diberikan kepada warga terdampak.

"Kami siap memberikan bantuan jika kondisi semakin memburuk. Saat ini, kami terus berupaya berkoordinasi dengan berbagai pihak agar penanganan banjir bisa berjalan dengan baik," kata Sertu Guruh Pandi.

Wilayah yang terdampak di Kecamatan Tempunak meliputi Desa Nanga Tempunak, Desa Tempunak Kapuas, Desa Tanjung Prada, Desa Mensiap Jaya, dan Desa Tanjung Keramat.

Pemerintah dan aparat setempat terus bersiaga untuk memastikan keselamatan masyarakat di tengah ancaman banjir yang masih berpotensi meningkat. (nda)

Editor : A'an
#air #idulfiri #ramadan #sungai kapuas #banjir