PONTIANAK POST - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menggelar operasi pasar di Halaman Pasar Raya Sintang sebagai upaya konkret menekan inflasi dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Sebanyak 1.000 paket Sembako disediakan untuk masyarakat dengan harga terjangkau.
Paket Sembilan Bahan Pokok (Sembako) tersebut berisi 5 kg beras, 1 liter minyak goreng, dan 1 kg gula pasir, yang dijual seharga Rp90.000 per paket. Setiap warga diperbolehkan membeli maksimal dua paket dengan menunjukkan KTP. Sejak pukul 06.30 WIB, antrean warga mulai mengular, sebagian besar berasal dari Kelurahan Tanjung Puri dan sekitarnya.
Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi.
“Operasi pasar ini dilakukan di seluruh kabupaten/kota di Kalbar. Tujuannya untuk membantu masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi. Kita ingin ekonomi daerah tetap tumbuh,” ujar Krisantus, Jumat (11/4).
Menurutnya, ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur stabilitas ekonomi daerah. Krisantus juga menyebutkan bahwa operasi pasar di Sintang ini bukan kegiatan yang berdiri sendiri, tetapi terintegrasi dengan kebijakan dan program pembangunan daerah lainnya.
Selain itu, Krisantus juga menyampaikan hubungan personalnya dengan Kabupaten Sintang.
“Pasar Inpres ini penuh kenangan bagi saya. Saya besar di Sintang, sekolah di Panca Setya, dan kembali hari ini sebagai Wakil Gubernur. Ini momen yang bermakna,” ungkap Krisantus.
Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, turut hadir dan menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik dukungan dari pemerintah provinsi.
"Sinergi antara pemerintah daerah dan provinsi sangat penting dalam menangani persoalan ekonomi dan sosial masyarakat," tutur Bala.
Operasi pasar ini dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi, dan Sumber Daya Mineral Kalimantan Barat, dan diharapkan dapat mengurangi tekanan pengeluaran rumah tangga, terutama menjelang bulan-bulan dengan tekanan harga tinggi.
"Dengan intervensi langsung seperti ini, pemerintah berharap inflasi daerah dapat dikendalikan dan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga," tutup Bala. (nda)
Editor : Miftahul Khair