PONTIANAK POST - Gabungan organisasi masyarakat (ormas) Islam di Kabupaten Sintang menyelenggarakan acara halal bihalal pada Minggu malam, 20 April. Kegiatan ini menjadi momen untuk mempererat silaturahmi antar umat Islam setelah merayakan Idulfitri 1446 Hijriah, sekaligus menunjukkan semangat kebersamaan dan persatuan antar ormas Islam di wilayah tersebut.
Acara ini lahir dari kesepakatan sejumlah ormas Islam yang sebelumnya mengadakan pertemuan pada 11 April 2025. Dalam diskusi tersebut, disepakati pentingnya menghidupkan kembali tradisi halal bihalal bersama, yang terakhir kali diadakan pada tahun 2018.
Ketua Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kabupaten Sintang, Abdurrani, menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk menguatkan tali silaturahmi.
"Sudah tujuh tahun kita tidak melaksanakan halal bihalal bersama. Ini bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga syiar Islam, tempat kita saling memaafkan dan mempererat ukhuwah setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan," ujar Abdurrani.
Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, turut hadir dan mengapresiasi kekompakan ormas Islam di Sintang. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mendukung kegiatan yang memperkuat semangat kebersamaan.
"Acara seperti ini sangat penting untuk menumbuhkan persatuan dan menjaga keharmonisan sosial di tengah masyarakat yang majemuk. Sintang adalah wilayah yang luas, dan kegiatan ini menjadi perekat antara komunitas," katanya.
Ia juga berharap agar jalinan silaturahmi yang telah terbentuk dapat terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
"Keberadaan Kerajaan Sintang dan para sultan yang masih eksis saat ini merupakan bagian penting dari sejarah dan kemajuan daerah kita," tambah Bala.
Halal bihalal ini bukan hanya kegiatan tahunan biasa, melainkan juga menjadi refleksi dari nilai-nilai Islam yang menekankan pentingnya menjaga hubungan baik antar sesama.
"Kita ingin acara ini menjadi sarana memperkuat rasa kebersamaan, persaudaraan, serta komitmen menjaga kerukunan di Kabupaten Sintang," tuturnya.
Acara berlangsung dengan khidmat dan nuansa kekeluargaan, dihadiri oleh berbagai kalangan masyarakat Islam Sintang. Semangat persatuan yang terbangun malam itu menjadi simbol harapan akan keberlangsungan tradisi dan harmoni di tengah masyarakat yang beragam. (nda)
Editor : Hanif