Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Misa Requiem di Sintang : Mengenang Paus Fransiskus, Sosok Pemimpin yang Mengajarkan Kesederhanaan dan Cinta Kasih

Riska Nanda Kumala Sari • Kamis, 24 April 2025 | 15:07 WIB
MISA REQUIEM : Ratusan Umat Katolik di Kabupaten Sintang menggelar Misa Requiem untuk mengenang Paus Fransiskus.
MISA REQUIEM : Ratusan Umat Katolik di Kabupaten Sintang menggelar Misa Requiem untuk mengenang Paus Fransiskus.

PONTIANAK POST - Ratusan umat Katolik di Kabupaten Sintang menghadiri misa requiem yang digelar di Gereja Katedral Sintang pada Selasa (22/4) sore. Misa ini digelar sebagai bentuk penghormatan terakhir atas wafatnya Paus Fransiskus, pemimpin Gereja Katolik dunia yang dikenal karena dedikasinya terhadap kemanusiaan dan kesederhanaan.

Dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Sintang, Mgr. Samuel Oton Sidin, suasana misa berlangsung khidmat dan penuh haru. Dalam homilinya, Uskup Samuel menegaskan bahwa kepergian Paus Fransiskus bukan hanya duka bagi umat Katolik, tetapi juga kehilangan besar bagi dunia.

"Kita mencintai beliau dan beliau mencintai kita, maka kita hadir di sini untuk mendoakan beliau," ujar Uskup Samuel.

Ia juga mengungkapkan bahwa Paus Fransiskus sempat keluar dari rumah sakit beberapa waktu sebelum wafat, dan berdasarkan informasi yang diterimanya, penyebab meninggalnya bukan penyakit yang diderita, melainkan stroke mendadak.

Di mata Uskup Samuel, Paus Fransiskus adalah sosok yang mengikuti jejak Yesus dengan teguh, membawa pembaruan dalam Gereja Katolik, serta menjadi contoh nyata dalam membangun solidaritas dan cinta kasih antar sesama manusia.

"Beliau peduli pada orang-orang menderita, dan terus berupaya membangun persaudaraan agar bumi menjadi rumah yang layak bagi semua. Sistem ekonomi, politik, dan budaya harus ditata demi kehidupan manusia yang lebih baik," ujarnya.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa semua perjuangan Paus Fransiskus lahir dari kekuatan iman. Sepanjang masa kepemimpinannya, beliau disebut sebagai teladan yang tak gentar menghadapi tantangan dan tetap setia pada kebenaran.

"Paus menunjukkan pada kita bagaimana berpegang teguh pada Tuhan hingga akhir hayatnya. Ia telah menyelesaikan perjuangannya dan kembali kepada Bapa," kata Uskup Samuel, seraya mengajak umat untuk meneladani kesederhanaan dan komitmen sang Paus.

Misa requiem ini bukan satu-satunya. Disebutkan pula bahwa sejumlah paroki lain di wilayah Keuskupan Sintang turut mengadakan misa serupa, sebagai bentuk solidaritas dan penghormatan.

"Kita sedih, tapi sebagai orang beriman kita percaya beliau kini bersama Tuhan dan mendoakan kita agar tetap setia melanjutkan perjuangan Gereja," tutup Uskup Samuel. (nda)

Editor : Hanif
#Gereja Katolik #paus fransiskus #kesederhanaan #penghormatan terakhir #umat katolik #Kabupaten Sintang #Misa Requiem #kemanusiaan #gereja katedral