PONTIANAK POST - Puskesmas Sungai Durian menegaskan bahwa pengasapan (fogging) dalam penanganan demam berdarah dengue (DBD) hanya dilakukan setelah melalui tahapan Penyelidikan Epidemiologi (PE) dan ditemukan bukti yang mendukung.
Kepala Puskesmas Sungai Durian, Haryono Linoh menuturkan fogging bukan merupakan tindakan utama dalam menangani penyebaran DBD. Langkah ini menurutnya, hanyalah opsi terakhir setelah evaluasi menyeluruh menunjukkan adanya risiko penularan yang nyata.
“Fogging hanya akan dilakukan jika ditemukan jentik nyamuk Aedes aegypty dan ada kasus serupa di sekitarnya. Kami tidak ingin sembarangan karena bisa menyebabkan nyamuk menjadi kebal,” ujar Haryono di Sintang kemarin.
Ia juga mengingatkan bahwa pengasapan tidak serta-merta membasmi ancaman DBD secara menyeluruh.
“Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, tidak menyelesaikan masalah bila jentik tetap ada. Karena itu, masyarakat harus konsisten melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN),” terang dia.
Puskesmas mengimbau masyarakat agar tidak menganggap fogging sebagai solusi instan. Meski layanan pengasapan diberikan secara gratis, Haryono menegaskan bahwa ada prosedur medis dan teknis yang harus dipenuhi terlebih dahulu.
“Ada prosedur yang harus dipenuhi. Ini demi efektivitas pengendalian dan menjaga kesehatan lingkungan,” ungkapnya.
Dengan meningkatnya risiko DBD, terutama saat musim hujan, pihak puskesmas meminta masyarakat untuk lebih waspada dan segera melapor bila menemukan gejala demam berdarah di lingkungan mereka. (nda)
Editor : Hanif