PONTIANAK POST - Komitmen hidup religius kembali mendapat perhatian dalam masyarakat lokal. Dalam perayaan syukur hidup membiara dan kaul kekal anggota Kongregasi Suster Misi Fransiskan Santo Antonius (SMFA), masyarakat dan pemimpin daerah hadir menunjukkan penghargaan atas dedikasi para suster terhadap pelayanan kemanusiaan dan spiritual.
Acara yang berlangsung di Balai Kenyalang, Kompleks Gereja Katedral Kristus Raja Sintang ini diisi dengan misa yang dipimpin oleh Uskup Sintang, Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM. Cap, didampingi sejumlah imam dari lingkungan Keuskupan Sintang.
Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala yang hadir dalam kegiatan itu, menyoroti pentingnya peran para suster dalam membina nilai kemanusiaan di tengah masyarakat.
“Di tengah tantangan zaman, kehadiran para suster bukan hanya simbol religiositas, tetapi juga kekuatan moral yang nyata dalam pendidikan, kesehatan, dan sosial,” ujar Bala.
Menurut Bala, kehidupan membiara dan pengikraran kaul kekal bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan sebuah keputusan hidup yang sarat makna.
“Kaul kekal mencerminkan keberanian memilih jalan hidup yang penuh pengorbanan demi pelayanan kepada sesama,” tambahnya.
Bala juga menyampaikan apresiasi terhadap dedikasi para suster SMFA menjadi teladan bagi generasi muda.
"Konsistensi mereka dalam karya pelayanan adalah bentuk nyata dari nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas,” katanya.
Perayaan ini juga menjadi ruang refleksi atas kontribusi panjang para suster dalam membina umat dan masyarakat luas, khususnya di wilayah pedalaman Kalimantan Barat. Banyak dari mereka terlibat langsung dalam kegiatan pendidikan dan kesehatan masyarakat di daerah terpencil.
Dengan semangat itu, kegiatan ini bukan hanya bentuk penghormatan, tetapi juga momentum memperkuat kolaborasi antara nilai spiritual dan pembangunan sosial di Sintang. (nda)
Editor : Hanif