PONTIANAK POST - Pemerintah Kabupaten Sintang kembali menegaskan pentingnya menjadikan keberagaman sebagai kekuatan dalam membangun kota yang inklusif dan maju. Hal ini ditegaskan dalam momen peringatan Hari Jadi ke-663 Kota Sintang yang digelar di Halaman Kantor Bupati Sintang, Kamis (15/5).
Ketua DPRD Kabupaten Sintang, H. Indra Subekti, yang bertindak sebagai inspektur dalam kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa Sintang adalah cerminan dari banyaknya latar belakang masyarakat yang hidup berdampingan. Menurutnya, keragaman ini harus dimaknai sebagai potensi, bukan perbedaan yang memecah.
“Keberagaman etnis, agama, dan budaya di Sintang adalah modal utama untuk memperkokoh kekompakan dan memperkuat toleransi antarwarga,” ujar Indra.
Kegiatan tersebut memperlihatkan simbol-simbol multikulturalisme yang nyata. Peserta upacara terlihat mengenakan beragam pakaian adat dari berbagai suku, mulai dari Melayu, Dayak, Tionghoa, hingga Jawa. Bahkan, dalam sesi doa bersama, panitia memberikan ruang untuk berbagai agama agar terlibat secara setara.
“Sintang bukan hanya kota yang kaya akan sejarah, tetapi juga kaya akan nilai-nilai hidup bersama yang harus terus dirawat,” ungkap Indra.
Indra menekankan pentingnya sinergi antarwarga dalam mendorong kualitas kehidupan kota. “Saya percaya, jika seluruh komponen masyarakat bersinergi dan merasa memiliki kota ini, maka Sintang akan tumbuh menjadi kota yang sejahtera, berkualitas, aman, dan membahagiakan,” tegasnya.
Melalui momentum ini, Pemkab Sintang tampaknya ingin meneguhkan arah pembangunan yang tak hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga pada fondasi sosial yang kuat: keberagaman, kebersamaan, dan partisipasi aktif masyarakat. (nda)
Editor : Hanif