PONTIANAK POST - Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-117 di Kabupaten Sintang menjadi momentum refleksi terhadap tantangan zaman dan pentingnya kemandirian bangsa dalam berbagai sektor, khususnya teknologi dan kesehatan. Pemerintah Kabupaten Sintang menggelar kegiatan peringatan di halaman Kantor Bupati Sintang, Selasa (20/5), tanpa menitikberatkan pada sisi seremonial semata, melainkan mengangkat isu-isu strategis dalam pembangunan nasional.
Komandan Kodim 1205 Sintang, Letkol Inf Rangga Bayu Widiartha, yang bertindak sebagai inspektur upacara, membacakan amanat Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. Dalam pidatonya, ia menekankan pentingnya semangat kebangkitan yang tidak hanya historis, tetapi juga relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.
"117 tahun lalu, lahir kesadaran bahwa nasib bangsa tak bisa terus bergantung pada kekuatan asing. Kini, kita dituntut untuk membangun kekuatan dari dalam," ujarnya.
Dalam konteks kekinian, Letkol Rangga menyebut bahwa zaman telah berubah drastis. Batas geografis bukan lagi halangan utama, melainkan kemampuan adaptasi yang menentukan kemajuan.
"Kita hidup di era ketika kecepatan perubahan tidak lagi diukur oleh jarak, tetapi oleh kesiapan kita memimpin perubahan itu sendiri," tambahnya.
Salah satu contoh konkret kebijakan yang dikedepankan adalah sektor kesehatan. Pemerintah disebut telah memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis kepada lebih dari 777.000 warga, sebuah langkah yang dinilai strategis dalam memberikan rasa aman dan jaminan sosial bagi masyarakat.
"Ini bukan hanya soal pengobatan. Ini tentang memastikan siapa pun bisa merasa tenang ketika berbicara tentang kesehatannya. Negara hadir, bukan hanya dalam bentuk bangunan, tapi dalam rasa aman yang dirasakan rakyat," tegas Letkol Rangga.
Ia juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi digital untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Dengan inovasi seperti konsultasi daring dan akses informasi kesehatan lewat ponsel, pemerintah dinilai berhasil membawa pelayanan publik ke tahap yang lebih inklusif dan efisien.
Peringatan tahun ini menghadirkan sejumlah unsur masyarakat, mulai dari pelajar hingga anggota TNI-Polri, namun substansi yang dibawa menekankan pada keberlanjutan pembangunan yang bersandar pada kemandirian, inovasi, dan kesejahteraan rakyat. (nda)
Editor : Hanif