PONTIANAK POST - Stunting dan penyakit tidak menular kini menjadi dua tantangan utama dalam pembangunan kesehatan nasional. Menyikapi hal ini, sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) digelar di Gedung Pancasila, Sintang, Selasa (10/6), sebagai upaya memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat. Kegiatan ini diinisiasi oleh Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Pontianak bekerja sama dengan anggota Komisi IX DPR RI, mengusung tema “Pencegahan Stunting dan Penyakit Tidak Menular Menuju Indonesia Emas 2045.”
Sosialisasi tersebut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat dan pemangku kepentingan daerah. Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny, dalam sambutannya menegaskan bahwa program GERMAS bukan sekadar kampanye, melainkan gerakan kolektif untuk membentuk pola hidup sehat yang berkelanjutan. “Program ini bertujuan untuk menguatkan pengetahuan masyarakat tentang GERMAS. Harapannya, akan tumbuh kesadaran kolektif untuk menerapkan pola hidup sehat dalam keseharian,” ujar Ronny.
Ia menambahkan bahwa stunting dan penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes merupakan ancaman serius bagi kualitas sumber daya manusia. “Stunting berdampak jangka panjang terhadap perkembangan anak dan kualitas generasi masa depan, sementara penyakit tidak menular dapat menurunkan produktivitas serta membebani sistem kesehatan nasional,” jelasnya.
Ronny berharap kegiatan ini tidak sekadar menjadi seremoni. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif menjaga kesehatan sejak dini. “Saya ingin momentum ini benar-benar mendorong aksi nyata, bukan hanya wacana,” tegasnya. (nda)
Editor : Hanif