Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Cegah Stunting, Pemkab Sintang Fokus Bimbing Calon Pengantin dan Ibu Hamil

Riska Nanda Kumala Sari • Kamis, 12 Juni 2025 | 14:52 WIB

 

Edy Harmaini Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang.
Edy Harmaini Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang.

PONTIANAK POST - Pemerintah Kabupaten Sintang terus memperkuat upaya penanganan stunting dengan pendekatan menyeluruh, mulai dari masa pra-nikah, kehamilan, hingga awal kehidupan anak.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Edy Harmaini, menegaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara sektoral, tetapi harus melibatkan lintas sektor secara komprehensif.

Menurutnya, pola asuh dan asupan gizi merupakan dua faktor krusial dalam mencegah stunting. Karena itu, pemerintah daerah memberikan perhatian khusus kepada calon pengantin melalui pendampingan sejak masa persiapan pernikahan.

"Kami ingin mencegah agar jangan sampai calon pengantin nantinya melahirkan anak stunting. Maka dari itu, pendampingan sudah dilakukan sejak sebelum menikah, termasuk konsultasi khusus bagi ibu hamil,” ujar Edy Harmaini di Sintang, kemarin.

Edy menjelaskan, setiap ibu hamil diharapkan menjalani pemeriksaan kehamilan minimal enam kali untuk memastikan kondisi kesehatan ibu dan janin tetap terpantau selama masa kehamilan.

“Seribu hari pertama kehidupan anak, dimulai dari masa kehamilan hingga usia dua tahun adalah fase yang sangat menentukan. Karena itu kami dorong ibu hamil untuk rutin memeriksakan diri ke Puskesmas, Posyandu, atau melalui kunjungan rumah,” jelasnya.

Kabupaten Sintang, lanjut Edy, sebelumnya masuk kategori daerah dengan prevalensi stunting yang cukup tinggi. Namun berkat akselerasi program dan keterlibatan lintas sektor, angka tersebut kini menunjukkan penurunan yang signifikan.

“Dulu kita termasuk daerah dengan angka stunting yang tinggi. Sekarang, penanganan kita termasuk yang terbaik. Ini berkat kerja sama dari semua pihak, mulai dari perangkat desa hingga perusahaan yang ikut bertanggung jawab terhadap perbaikan gizi masyarakat,” katanya.

Edy menegaskan, stunting bukan hanya masalah kesehatan semata, melainkan juga persoalan pembangunan sumber daya manusia jangka panjang. Karena itu, diperlukan komitmen dari seluruh pemangku kepentingan untuk mengatasinya. “Menurunkan stunting bukan hanya tugas Dinas Kesehatan. Ini tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya. (nda)

Editor : Miftahul Khair
#Ibu Hamil #Bimbingan #stunting #Cegah #calon pengantin