PONTIANAK POST — Pekan Gawai Dayak (PGD) ke-12 Kabupaten Sintang akan digelar selama empat hari, mulai 16 hingga 19 Juli 2025, di Betang Tampun Juah, Jerora Satu. Perhelatan tahunan ini kembali hadir dengan dukungan penuh dari Dewan Adat Dayak (DAD) Sintang dan Pemerintah Kabupaten Sintang, serta melibatkan ratusan tokoh masyarakat dalam kepanitiaan.
Ketua DAD Kabupaten Sintang, Jeffray Edward, menyampaikan bahwa struktur panitia PGD 2025 telah dibentuk secara menyeluruh. Toni, anggota DPRD Sintang, ditunjuk sebagai ketua panitia dan akan dibantu oleh 381 orang dari berbagai elemen masyarakat Dayak.
“Kami sudah membentuk panitia dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Ini bukan sekadar seremoni, tapi bentuk kolaborasi lintas sektor,” ujar Jeffray, Jumat (13/6).
Selain panitia inti, sebanyak 31 tokoh Dayak dari berbagai latar belakang juga dilibatkan sebagai penasihat. Menurut Jeffray, mereka memiliki peran penting dalam memastikan bahwa seluruh kegiatan tetap mencerminkan nilai-nilai budaya Dayak yang otentik. “Tokoh-tokoh ini punya peran strategis, bukan hanya simbolik. Mereka menjaga agar konten budaya tetap otentik,” tambahnya.
Dengan waktu persiapan yang tersisa sekitar satu bulan, Jeffray mendorong panitia bekerja cepat dan efisien. Ia juga mengimbau para peserta dari berbagai kecamatan agar mulai bersiap mengikuti perlombaan dan agenda budaya lainnya.
“Panitia harus mengurus kebutuhan teknis dengan matang. Sementara peserta juga sudah bisa mulai mempersiapkan diri untuk berkompetisi secara maksimal,” katanya.
Jeffray menegaskan bahwa PGD Sintang bukan hanya panggung budaya, tetapi juga momentum konsolidasi masyarakat Dayak dan wahana apresiasi terhadap tradisi. “Kami ingin seluruh elemen masyarakat terlibat. Semakin banyak yang ikut, semakin hidup acaranya. PGD harus menjadi milik bersama,” jelasnya.
Menurut Jeffray, beberapa rapat koordinasi teknis telah dilakukan untuk memastikan acara berjalan lancar dan aman. Fokus utama adalah kenyamanan pengunjung, keamanan pelaksanaan, serta kelestarian nilai budaya. “Kami ingin empat hari pelaksanaan PGD berjalan aman, tertib, dan menarik. Ini bukan sekadar perayaan, tapi juga ruang penghormatan terhadap identitas Dayak,” pungkasnya. (nda)
Editor : Miftahul Khair