PONTIANAK POST - Masalah kesehatan seperti stunting dan penyakit tidak menular (PTM) dinilai menjadi tantangan serius yang perlu mendapat perhatian lebih di Kabupaten Sintang. Keduanya bukan hanya berdampak pada kondisi fisik masyarakat, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia dalam jangka panjang.
Wakil Bupati Sintang Florensius Ronny, menyebutkan bahwa stunting berpotensi memengaruhi tumbuh kembang anak secara signifikan. Dampaknya tidak hanya terlihat pada tinggi badan, tetapi juga pada perkembangan kognitif dan produktivitas anak di masa depan.
“Stunting dapat mempengaruhi kualitas sumber daya manusia dan memiliki dampak jangka panjang pada kemampuan anak-anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal,” ujar Ronny di Sintang, kemarin.
Di sisi lain, penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung juga menjadi ancaman nyata yang sering kali diabaikan. Menurutnya, PTM dapat menurunkan kualitas hidup masyarakat dan meningkatkan beban biaya kesehatan secara keseluruhan. “Penyakit tidak menular dapat mempengaruhi kualitas hidup dan meningkatkan biaya kesehatan,” tambahnya.
Sebagai bentuk tanggapan terhadap masalah ini, Pemerintah Kabupaten Sintang terus mendorong upaya promotif dan preventif melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).
Ia menegaskan bahwa keberhasilan penanganan stunting dan PTM sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor, serta peran aktif masyarakat dalam menerapkan kebiasaan hidup sehat sehari-hari.
"Tanpa upaya bersama, kedua persoalan tersebut akan terus menjadi beban sosial dan ekonomi bagi daerah," tutupnya. (nda)
Editor : Hanif