Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Wagub Kalbar: Gawai Dayak Warisan Leluhur yang Harus Terus Dijaga, Partisipasi Masyarakat Kunci Pembangunan

Novantar Ramses Negara • Kamis, 26 Juni 2025 | 13:30 WIB
GAWAI: Wagub Krisantus saat menghadiri Pekan Gawai Dayak Nyelapat Taun VII di Desa Sekubang, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, Kamis (19/6).
GAWAI: Wagub Krisantus saat menghadiri Pekan Gawai Dayak Nyelapat Taun VII di Desa Sekubang, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, Kamis (19/6).

PONTIANAK POST – Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak bisa tercapai tanpa partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, dukungan masyarakat sangat dibutuhkan untuk mewujudkan Kalbar yang lebih maju dan harmonis.

“Kepemimpinan di Provinsi Kalimantan Barat tentu kami tidak bisa sendiri, kami harus mendapatkan dukungan dari seluruh komponen masyarakat. Tidak ada satu pekerjaan apapun, tidak ada satu kegiatan di dunia ini yang bisa sukses tanpa hadirnya rasa aman dan ketentraman,” tegas Krisantus dalam sambutannya saat menghadiri Pekan Gawai Dayak Nyelapat Taun ke-VII di Desa Sekubang, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, Kamis (19/6).

Dalam acara yang turut dihadiri istrinya, Donata Dirasig, yang juga Ketua I TP PKK Provinsi Kalbar, Krisantus mengucapkan selamat atas terselenggaranya gawai tahunan tersebut dan menyebutnya sebagai momen penting untuk mempererat silaturahmi, kekeluargaan, dan kebanggaan budaya masyarakat Dayak.

Sebagai putra asli Kecamatan Sepauk, Krisantus menyampaikan rasa bangganya atas pelestarian budaya lokal melalui Gawai Dayak. Ia mengajak masyarakat untuk tidak hanya memaknainya sebagai ajang perayaan hasil panen, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur yang harus terus dijaga.

“Kita wajib bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan memastikan bahwa setiap tahun pelaksanaan Gawai Dayak ini semakin baik dalam melestarikan adat budaya leluhur yang telah diwariskan kepada kita,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sintang Florensius Ronny menyebut Gawai Dayak sebagai wadah spiritual untuk mengucap syukur atas keberkahan selama satu tahun. Ia juga menekankan bahwa kegiatan ini menjadi medium penting dalam menjaga identitas dan eksistensi masyarakat Dayak.

“Gawai Dayak merupakan tradisi positif yang perlu dijaga dan dilestarikan. Ini adalah bentuk penghargaan terhadap budaya lokal sekaligus kontribusi nyata terhadap pembangunan kebudayaan bangsa,” jelasnya.

Florensius juga menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Sintang mendukung penuh pelaksanaan Gawai Dayak sebagai sarana pelestarian dan pengembangan budaya lokal.

Pekan Gawai Dayak Nyelapat Taun ke-VII Desa Sekubang berlangsung dari tanggal 19 hingga 22 Juni 2025. Selain pagelaran adat dan budaya, kegiatan ini juga diramaikan dengan stand UMKM di lingkungan Rumah Adat Desa Sekubang, sebagai bentuk dukungan terhadap perekonomian masyarakat lokal. (mse)

Editor : Hanif
#pembangunan daerah #warisan leluhur #Krisantus Kurniawan #Wagub Kalbar #partisipasi masyarakat