PONTIANAK POST - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sintang meluncurkan program kreatif bertajuk “TAKIN KEREN” atau Tanam Ranki Tekan Inflasi. Program ini menggandeng Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pemerintah kelurahan untuk secara aktif membudidayakan tanaman cabai. Komoditas ini kerap menjadi pemicu inflasi di daerah.
Sekretaris TPID Kabupaten Sintang, Lili Suryani, menjelaskan bahwa program ini dikemas dalam bentuk lomba menanam cabai.
“Untuk tahap awal, kami fokus pada dua kategori peserta, yakni OPD dan kelurahan. Ini merupakan tindak lanjut dari surat edaran Bupati yang mengimbau ASN menanam cabai di rumah. Tapi untuk keperluan lomba, cabai harus ditanam di sekitar kantor,” ujar Lili, yang juga menjabat sebagai Kabag Perekonomian dan Pembangunan Setda Sintang, Kamis (26/6).
Setiap peserta lomba diwajibkan menanam 50 pohon cabai dalam polibag, dimulai dari persemaian hingga panen. TPID akan menyediakan satu bungkus bibit, 50 polibag, dan satu pottray.
Sementara tanah, pupuk, dan perawatan menjadi tanggung jawab masing-masing OPD atau kelurahan. “Penilaian tidak hanya berdasarkan hasil panen, tetapi juga pada kesuburan dan kesehatan tanaman,” tambah Lili.
Lomba akan dimulai serentak pada 17 Juli 2025, dan penilaian hasil panen dijadwalkan pada November 2025. Penilaian akan dilakukan oleh empat juri yang turun langsung ke lokasi penanaman.
Menurut Lili, TAKIN KEREN bukan sekadar lomba, melainkan strategi konkret untuk mengajak instansi pemerintah ambil bagian dalam pengendalian harga pangan. “Kalau setiap OPD bisa panen cabai sendiri, setidaknya kebutuhan internal bisa terpenuhi tanpa bergantung pada pasar," ujarnya.
Pemenang lomba akan diumumkan pada November dan akan mendapatkan piagam serta uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam mendukung ketahanan pangan lokal. (nda)
Editor : Miftahul Khair