Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pekan Gawai Dayak XII Resmi Dibuka, Bupati Bala Sentil Sampah dan Pertanian

Riska Nanda Kumala Sari • Kamis, 17 Juli 2025 | 14:08 WIB
Bupati Sintang Gregorius Bala bersama Wakil Gubernur Krisantus saat hadir dalam PGD XII 2025 di Rumah Betang Tampun Juah, Rabu (16/7).
Bupati Sintang Gregorius Bala bersama Wakil Gubernur Krisantus saat hadir dalam PGD XII 2025 di Rumah Betang Tampun Juah, Rabu (16/7).

PONTIANAK POST — Pekan Gawai Dayak (PGD) ke-XII Tahun 2025 resmi dibuka di Rumah Betang Tampun Juah, Jerora Satu, Rabu (16/7). Dalam sambutannya, Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, menegaskan bahwa perayaan budaya tidak boleh mengesampingkan tanggung jawab sosial, khususnya dalam hal kebersihan dan pertanian berkelanjutan.

“Gawai Dayak adalah wujud syukur atas hasil kerja keras masyarakat. Apa yang kita dapat hari ini berasal dari niat, usaha, dan bagaimana kita menghargai waktu,” ujar Bala.

Namun di balik nuansa syukur itu, Bala menyoroti persoalan sampah yang masih menjadi persoalan serius di Sintang. “Sintang terkenal dengan masalah sampah. Saya minta semua koreksi diri sendiri, terutama dalam memperlakukan sampah rumah tangga. Kalau kita sudah buang sampah di tempatnya tapi tetap tidak diurus, barulah pemerintah yang salah,” tegasnya.

Bala juga mengingatkan pentingnya keberlangsungan kelompok tani. Menurutnya, bantuan pemerintah memang ada, tetapi tidak bisa diandalkan terus-menerus. “Sekarang bertani lebih mudah karena ada bantuan, walau tidak setiap saat. Tapi jangan sampai setelah bantuannya habis, kelompok taninya juga hilang,” ucapnya.

Ia menambahkan, keberhasilan petani dan pelaku usaha menjadi salah satu sumber utama semangat perayaan budaya. “Kalau petani hebat, pengusaha hebat, maka Gawai Dayak bisa dilaksanakan dengan ikhlas karena ada yang kita syukuri secara materi. Untuk saat ini, kita bersyukur atas kesehatan dan keamanan,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menekankan bahwa Gawai Dayak bukan sekadar hiburan. Ia menyebut perayaan ini sebagai refleksi spiritual dan penghormatan terhadap budaya leluhur.

“Gawai adalah bentuk syukur atas karier, kesehatan, dan semua anugerah Tuhan. Ini juga penghormatan terhadap nilai-nilai yang diwariskan para leluhur,” tuturnya. Ia mengajak masyarakat agar tidak melupakan esensi Gawai. “Gawai bukan hanya soal makan, minum, dan musik. Ini adalah wujud rasa syukur yang mendalam dan harus dijaga maknanya,” pungkas Krisantus. (nda)

Editor : Miftahul Khair
#perayaan budaya #Gregorius Herkulanus Bala #sintang #kesenian #pertanian #bupati #pekan gawai dayak