PONTIANAK POST- Pemerintah Kabupaten Sintang resmi menggelar lomba menanam cabai antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan kelurahan sebagai upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, khususnya cabai. Kegiatan yang diberi nama “Takin Keren” (Tanam Ranki Kendalikan Inflasi) ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mendorong budaya berkebun di lingkungan masyarakat.
Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala, menegaskan bahwa tujuan utama lomba ini adalah mengendalikan inflasi. “Seringkali kita hanya menanam, tetapi saya mau menekankan bahwa kita harus berkebun, bukan sekadar menanam. Berkebun berarti menanam, memelihara, dan berkelanjutan,” ujar Bala, Senin (21/7).
Ia juga mengingatkan pentingnya memperhatikan kebutuhan tanaman agar cabai dapat tumbuh subur. “Ada tiga hal yang harus diperhatikan: bagian atas tanaman harus mendapat cahaya, akar mendapatkan unsur hara, dan tanaman cukup air. Kalau ini terpenuhi, cabai pasti berbuah,” tambahnya.
Bala juga mengajak para ASN untuk tidak hanya berpartisipasi di kantor, tetapi juga menanam cabai di rumah. “Kalau bisa setiap rumah punya 3-4 pohon cabai. Dengan begitu, setidaknya gaji bapak ibu tidak habis untuk membeli cabai. Kalau cabai sudah tersedia, uang itu bisa dipakai untuk kebutuhan lain,” jelasnya.
Selain itu, ia mengingatkan agar lomba ini tidak berhenti setelah kompetisi selesai. “Yang terpenting adalah keberlanjutan. Jangan sampai setelah lomba, semua selesai begitu saja. Kita harus terus menanam,” tegas Bala.
Balajuga menyatakan akan melakukan pengecekan langsung ke kantor-kantor untuk memastikan keseriusan peserta. “Saya ingin OPD benar-benar serius. Jangan sampai ada yang berbohong dengan menukar tanaman. Kalau itu terjadi, saya khawatir data lain juga bisa dimanipulasi,” tutur Bala.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Sintang berharap inisiatif sederhana seperti menanam cabai dapat memberikan dampak besar dalam mengurangi tekanan inflasi di daerah.
Diikuti 46 OPD dan Kelurahan
Sebanyak 46 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan kelurahan mengikuti lomba "Takin Keren" tersebut. Ketua TPID Sintang Subendi menjelaskan bahwa kegiatan ini resmi dimulai sejak Senin, 21 Juli 2025, dan akan berlangsung hingga akhir November 2025. Kegiatan ini pun merupakan tindak lanjut dari kebijakan pengendalian inflasi daerah.
“Lomba menanam cabai ini adalah implementasi dari SK Bupati tentang roadmap pengendalian inflasi 2025-2027, serta edaran Bupati pada 15 April 2025 mengenai gerakan menanam tanaman cepat panen,” ujar Subendi.
Menurut Subendi, lonjakan harga cabai menjadi salah satu pemicu inflasi di Sintang. Oleh karena itu, TPID mendorong ASN untuk berperan aktif memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah mengendalikan inflasi. Harga cabai sering naik turun dan sangat berpengaruh terhadap inflasi. Dengan lomba ini, ASN diharapkan bisa mencukupi kebutuhan cabai tanpa bergantung sepenuhnya pada pasar,” jelasnya.
Lomba ini diikuti 46 peserta yang terbagi ke dalam dua kategori, yaitu 29 OPD beserta Kecamatan Sintang dan 16 kelurahan. Setiap peserta akan menanam cabai di lingkungan kantornya.
“Kami sudah menyiapkan 50 polibag berukuran 50x50 cm yang diberi cap agar tidak ditukar, satu pot tray untuk penyemaian, dan satu kantong benih cabai. Semua perlengkapan itu dibagikan sejak 26 Juni 2025,” kata Subendi.
Penilaian akan dilakukan pada akhir November 2025, dengan kriteria yang mencakup jumlah tanaman, kualitas perawatan, dan keberlanjutan. “Kami berharap ini bukan hanya lomba, tetapi gerakan berkelanjutan agar OPD dan kelurahan bisa menjadi contoh bagi masyarakat,” tambahnya.
Langkah ini diharapkan mampu menekan tekanan inflasi dan menciptakan kemandirian pangan di Sintang. (nda)
Editor : Hanif