PONTIANAK POST-SEBANYAK 49 mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi (STT) Khatulistiwa Sintang resmi diwisuda dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat di Aula STT Khatulistiwa, Desa Sungai Ukoi, Kecamatan Sungai Tebelian, Selasa (5/8). Para lulusan tersebut terdiri atas delapan orang dari Program Studi Teologi dan 41 orang dari Program Studi Agama Kristen.
Dalam sambutannya, Staf Ahli Bupati Sintang Bidang Politik, Hukum, dan Pemerintahan, Asmidi, menyampaikan apresiasi sekaligus harapan besar kepada para lulusan agar ilmu yang mereka peroleh dapat diaplikasikan tidak hanya di ruang-ruang keagamaan, tetapi juga dalam kehidupan sosial yang lebih luas. “Jadilah agen-agen perubahan yang membawa damai, harapan, dan inspirasi di mana pun kalian diutus,” pesan Asmidi di hadapan para wisudawan dan tamu undangan.
Ia menekankan bahwa peran lulusan teologi tidak terbatas hanya pada gereja atau lembaga pendidikan agama, tetapi sangat dibutuhkan di ruang publik sebagai pemimpin moral, pembina komunitas, dan penyambung nilai-nilai spiritual dengan realitas sosial. Wisuda kali ini mengangkat tema “Penerapan Teknologi Informasi dalam Pelayanan Gereja untuk Meningkatkan Efisiensi dan Efektivitas.”
Asmidi menyatakan keyakinannya bahwa para lulusan STT Khatulistiwa telah dibekali tidak hanya dengan ilmu akademik, tetapi juga dengan pengalaman dan nilai-nilai kepemimpinan yang kuat. “Saya percaya, di tangan lulusan yang memiliki integritas, kerendahan hati, dan ketangguhan, pelayanan ke depan akan tetap relevan dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa keberadaan STT Khatulistiwa telah menjadi bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia di Kalimantan Barat, khususnya pengabdian sosial dan spiritual. “Dengan semangat pembaruan dan keterbukaan terhadap teknologi, kami berharap para lulusan tidak hanya menjadi pemimpin jemaat, tetapi juga menjadi motor penggerak perubahan di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang,” pungkas Asmidi. (nda)
Editor : Hanif