PONTIANAK POST– Sebanyak 308 pembalap dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Barat memadati lintasan eks Bandara Susilo, Sintang, dalam Kejuaraan Provinsi Kalbar Motoprix Seri 3 IMI Sintang Championship. Ajang bergengsi ini bukan hanya unjuk kecepatan, tapi juga menjadi momentum mendorong lahirnya sirkuit permanen di Bumi Senentang.
Ketua IMI Kabupaten Sintang, Boy Rahadian, menegaskan keberadaan sirkuit resmi sangat penting, tidak hanya bagi pembalap tapi juga bagi perekonomian daerah. “Sintang perlu memiliki sirkuit permanen. Selain wadah resmi bagi pembalap, sirkuit akan mendorong pertumbuhan UMKM dan perputaran ekonomi lokal,” ujarnya, Minggu (24/8).
Menurut Boy, kejuaraan ini juga menjadi solusi mengurangi balap liar di jalan raya. Dengan adanya wadah resmi, para pembalap muda bisa menyalurkan bakat mereka secara lebih aman dan terarah. “Ini ajang pencarian bibit pembalap berbakat sekaligus cara menekan balapan liar yang membahayakan keselamatan,” tambahnya.
Sementara itu, Dandim 1205/Sintang, Letkol Inf Rangga Bayu, mengingatkan para peserta agar menjunjung tinggi sportivitas dan disiplin. “Kemenangan sejati bukan hanya soal podium, tapi juga bagaimana menghormati aturan dan sesama peserta. Keselamatan tetap yang utama,” tegasnya. Menurutnya, dengan antusiasme tinggi dari ratusan peserta, ajang Motoprix di Sintang diharapkan mampu membuka babak baru dunia balap motor di Kalbar, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar. (nda)
Editor : Hanif