PONTIANAK POST – Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Maju Jaya di Desa Dak Jaya, Kabupaten Sintang, berhasil mengembangkan usaha peternakan ayam petelur yang kini menjadi penopang ekonomi warga sekaligus mendukung ketahanan pangan lokal.
Dengan memanfaatkan dana desa serta pelatihan dari instansi terkait, Bumdes ini mampu membangun kandang ayam dan mempekerjakan masyarakat sekitar.
Saat ini terdapat 500 indukan ayam petelur yang setiap harinya menghasilkan sekitar 400 butir telur. Hasil produksi tersebut dipasarkan hingga ke wilayah Kabupaten Sintang.
“Inisiatif ini tidak hanya memberi nilai ekonomi, tapi juga memperlihatkan bagaimana desa bisa mandiri dan berdaya saing di bidang pangan,” ujar Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala.
Bala menilai keberhasilan Bumdes Dak Jaya menjadi bukti bahwa ketahanan pangan dapat dibangun dari skala desa. Ia menegaskan bahwa semangat gotong royong menjadi kunci.
“Meningkatkan kerja sama sesama warga untuk menjaga kandang, memasarkan hasil, hingga memastikan kualitas telur tetap baik merupakan kunci dari kesuksesan panen telur ini," tutur Bala.
Selain menciptakan lapangan kerja baru, usaha ini juga membantu menekan ketergantungan terhadap pasokan telur dari luar daerah. Warga setempat merasakan langsung manfaatnya karena kebutuhan pangan bisa terpenuhi dengan harga lebih stabil.
“Kalau dulu telur lebih banyak didatangkan dari luar, sekarang desa kami bisa ikut menyuplai kebutuhan masyarakat,” tutupnya. (nda)
Editor : Hanif