PONTIANAK POST – Sebanyak 53 peserta dan pelatih dari Kabupaten Sintang siap memeriahkan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik I Terbatas Provinsi Kalimantan Barat yang akan digelar di Pontianak, 7–8 November 2025. Ketua Tim Pesparani Kabupaten Sintang, Hendrika, menjelaskan 33 peserta tergabung dalam Paduan Suara Dewasa Campuran (PSDC) dengan tiga pelatih pendamping.
Selain itu, ada peserta menyanyi mazmur untuk anak, remaja, Orang Muda Katolik (OMK), dan dewasa, masing-masing satu orang dengan tiga pelatih. Satu peserta akan tampil di lomba bertutur kitab suci dengan dua pelatih, sementara cerdas cermat rohani diikuti tiga peserta tingkat anak dan tiga peserta tingkat remaja, dengan total tiga pelatih. “Latihan akan dilakukan empat kali seminggu di lokasi berbeda agar peserta terbiasa dengan berbagai situasi dan kondisi,” ujar Hendrika, Selasa (16/9).
Pembina LP3KD Sintang, Laurensius Giya, mengingatkan pentingnya disiplin dan kerja keras selama persiapan. “Satu kesalahan kecil, bahkan sekadar keseleo not, bisa memengaruhi nilai penilaian. Karena itu, ikuti proses latihan dengan sungguh-sungguh agar hasil maksimal,” tegasnya.
Tim Pesparani Katolik Kabupaten Sintang sendiri mulai menjalani latihan intensif sejak Senin (15/9) di Balai Kenyalang. Latihan akan berlangsung hingga awal November sebagai persiapan menghadapi Pesparani I Terbatas Provinsi Kalimantan Barat yang digelar di Pontianak pada 7–8 November 2025.
Ketua LP3KD Kabupaten Sintang, Agustinus Hata, menegaskan pentingnya kedisiplinan dan kekompakan. “Latihan serius akan membuat kita bisa tampil maksimal. Target kita jelas: tampil sebaik mungkin agar bisa mewakili Kalbar di Pesparani Nasional IV tahun 2027,” tegasnya, Selasa (16/9).
Selain menyiapkan delapan jenis perlombaan, LP3KD juga memastikan dukungan logistik, mulai dari seragam hingga konsumsi bergizi bagi peserta dan pelatih. “Kami ingin semua fokus pada persiapan, jangan ragu menyampaikan kebutuhan demi kelancaran latihan,” tambah Agustinus. (nda)
Editor : Hanif