PONTIANAK POST – Pemerintah Kabupaten Sintang menegaskan komitmennya mempercepat penanggulangan kemiskinan, khususnya kemiskinan ekstrem yang masih menjadi tantangan utama di daerah tersebut. Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny, menekankan pentingnya pemetaan yang lebih detail terhadap kondisi masyarakat di setiap desa. Data yang akurat, kata dia, menjadi kunci dalam menentukan strategi penanganan yang tepat.
“Kami sudah meminta seluruh desa membuat data kependudukan yang lebih rinci, termasuk penyebab masyarakat jatuh miskin. Apakah karena sakit permanen, disabilitas, faktor pendidikan, atau minimnya lapangan kerja. Dari situ, baru kita bisa menentukan solusi yang tepat,” ujar Ronny usai Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Sintang Tahun 2025, Kamis (18/9).
Ronny menegaskan, setiap kasus kemiskinan memiliki akar masalah berbeda sehingga pendekatan yang digunakan tidak bisa digeneralisasi. “Kalau masalahnya bisa dipetakan dengan baik, maka intervensinya juga akan lebih tepat sasaran,” tambahnya.
Selain memperkuat basis data, Pemkab Sintang mendorong keterlibatan aktif sektor swasta dan masyarakat sipil. Sinergi ini diharapkan membuat program yang dijalankan tidak hanya bersifat bantuan sesaat, tetapi mampu meningkatkan kualitas hidup warga secara berkelanjutan.
“Penanggulangan kemiskinan bukan hanya tugas pemerintah. Semua pihak harus ikut serta. Kalau kita kerjakan dengan hati, saya yakin beberapa tahun ke depan angka kemiskinan di Kabupaten Sintang bisa menjadi yang paling kecil di Kalbar,” tegas Ronny. Upaya ini sejalan dengan target nasional untuk menurunkan angka kemiskinan signifikan pada 2025. Dengan pemetaan terperinci, diharapkan kebijakan pemerintah bisa langsung menyentuh persoalan riil yang dihadapi masyarakat. (nda)
Editor : Hanif