PONTIANAK POST - Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Ranting Santa Anna Cabang Katedral Kristus Raja Sintang melaksanakan ziarah porta sancta dan wisata rohani ke Paroki Bunut Sabang Merah, Susteran Rubiah Pasionis, serta Gua Maria di Paroki Katedral Sanggau.
Selain kegiatan rohani, rombongan juga mengadakan sharing session bersama WKRI Paroki Bunut Sabang Merah dan menyerahkan bibit tanaman dalam rangka gerakan penghijauan lingkungan.
Ketua WKRI Ranting Santa Anna, Yuliana Fondasoya Lilistian, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja bidang kerohanian sekaligus organisasi.
"Ziarah ini kami lakukan untuk berdevosi kepada Bunda Maria pada bulan Maria. Sekaligus mempererat persaudaraan melalui sharing session dengan ibu-ibu WKRI Paroki Bunut Sabang Merah,” ujar Lilis.
Dalam kegiatan tersebut, WKRI Ranting Santa Anna bekerjasama dengan Perwita Wana Kencana UPT KPH Wilayah Sintang Timur membagikan bibit buah dan kayu ulin kepada pihak Paroki Santa Maria Bunda Pengharapan Bunut serta Susteran Rubiah Pasionis Sanggau. “Kami berharap bibit yang diberikan dapat tumbuh dan berbuah, menjadi berkat bagi lingkungan sekitar,” tambah Lilis.
Jenis bibit yang diserahkan antara lain manggis, matoa, lengkeng, ketapang kencana, petai, cempedak, dan satu batang kayu ulin. “Ini simbol kecil kepedulian terhadap alam ciptaan Tuhan,” imbuhnya.
Ketua WKRI Paroki SMBP Bunut Sanggau Imaculata Lili, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia menilai kegiatan bersama itu menjadi ajang saling belajar dan memperkuat semangat pelayanan. “Kami sangat mengapresiasi langkah WKRI Sintang yang tidak hanya berziarah, tetapi juga membawa pesan pelestarian lingkungan,” ujarnya.
Selain berziarah dan berdialog, para peserta juga berkesempatan mendaraskan doa Rosario di Gua Maria Bunda Penolong Abadi di kompleks Paroki Katedral Sanggau, yang baru diresmikan dalam rangka 100 tahun Katedral Sanggau.
Menurut Lilis, pengalaman rohani tersebut meninggalkan kesan mendalam. “Kami pulang dengan hati penuh syukur dan iman yang semakin diteguhkan,” tutupnya. (nda)
Editor : Hanif