PONTIANAK POST – Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menegaskan bahwa kesiapsiagaan masyarakat merupakan kunci utama dalam mengurangi risiko bencana alam. Hal itu ia sampaikan saat membuka kegiatan Mitigasi Pemberdayaan Kelompok Masyarakat Bidang Pencarian dan Pertolongan Teknis Pertolongan Pertama (First Aid) di Pendopo Bupati Sintang, Selasa (7/10).
“Mitigasi bukan sekadar kegiatan teknis, tetapi bagian dari membangun budaya sadar risiko. Masyarakat harus tahu apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana,” ujar Lasarus. Politisi asal Kalimantan Barat itu menilai, masyarakat harus menjadi garda terdepan dalam penanggulangan bencana.
Menurutnya, kesiapsiagaan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah atau lembaga penyelamat seperti Basarnas, melainkan harus tumbuh dari kesadaran dan kemampuan masyarakat sendiri. Lasarus menjelaskan, wilayah Kabupaten Sintang memiliki potensi bencana yang cukup tinggi, mulai dari banjir, tanah longsor, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Karena itu, kegiatan pelatihan mitigasi dinilai sangat relevan untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat.
“Selama ini kita sering terlambat bereaksi karena kurangnya pemahaman dasar tentang pertolongan pertama dan evakuasi mandiri. Melalui pelatihan ini, saya berharap masyarakat bisa lebih tanggap dan tidak panik ketika bencana terjadi,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran kelembagaan masyarakat dan relawan lokal dalam mendukung sistem penanggulangan bencana yang efektif. Menurut Lasarus, pelatihan yang diselenggarakan oleh Badan Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) ini tidak boleh berhenti pada teori semata, tetapi harus dilanjutkan dengan praktik lapangan dan pendampingan berkelanjutan.
“Kita perlu membentuk jejaring masyarakat tangguh bencana yang berkelanjutan. Pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat harus bersinergi agar sistem penanggulangan bencana berjalan efektif,” tegasnya.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 300 peserta, termasuk sejumlah anggota DPRD Sintang. Melalui pelatihan ini, Lasarus berharap kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam menghadapi bencana dapat meningkat. “Kesiapsiagaan adalah kunci. Semakin siap masyarakat, semakin kecil dampak bencana yang kita rasakan,” tutupnya. (nda)
Editor : Hanif