PONTIANAK POST - Dosen Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu pendidikan (STKIP) Persada Khatulistiwa Sintang melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Sebagai bentuk tanggungjawab akademis dan sosial, Sabtu (17/10).
Kegiatan PKM dengan skim Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat yang didukung Direktorat Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DRPM) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (KEMDIKBUDRISTEK) Republik Indonesia ini diketuai oleh Dr. Hilarius Jago Duda, S.Si., M.Pd., dengan judul “Pemberdayaan Kelompok Guru IPA melalui Pembelajaran Contextual Teaching Learning Berbasis Eksperimen dan Temuan dalam Melestarikan Produktivitas Primer Perairan Sungai Kapuas”.
Adapun yang menjadi mitra PKM adalah SMAN 04 Sintang dengan peserta PKM adalah para guru IPA di Kota Sintang. Menurut Dr. Hilarius yang juga Dosen Program Studi Pendidikan Biologi ini menerangkan bahwa PKM ini bersifat kolaborasi dengan guru-guru IPA dengan maksud ingin membagikan pengalaman dan pengetahuan yang kami peroleh agar dapat diimplementasikan di sekolah tempat mereka mengajar, terangnya.
PKM ini dilaksanakan sebanyak lima (5) tahap yang diawali dengan tahapan analisis situasi, tahap kedua penyampaian materi/penyuluhan/sosialisasi, tahap ketiga melakukan praktek dan simulasi pembelajaran CTL berbasis eksperimen dan temuan dan asesmennya, tahap keempat adalah pembimbingan/pendampingan, dan tahap kelima evaluasi kegiatan PKM. Kegiatan PKM yang diikuti sebanyak kurang lebih 40 peserta, dilaksanakan selama periode September sampai dengan bulan Desember tahun 2025.
Pada tahap pertama PKM, dilakukan tahap analisis situasi lokasi, dimana persekolahan di kecamatan Sintang terpilih sebagai lokasi pelaksanaan PKM tepatnya di SMAN 04 Sintang. Tahap kedua adalah penyampaian materi yang disampaikan oleh semua anggota tim yang semuanya berjumlah empat (4) orang dosen. Pemateri pertama disampaikan oleh ketua tim sendiri, Dr. Hilarius Jago Duda,S.Si., M.Pd. dengan menyampaikan materi mengenai metode praktikum dan discovery learning serta metode pengukuran produktivitas primer yang dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai Asesmen Autentik oleh anggota, Hendrikus Julung, M.Pd. kemudian anggota lainnya, Beni Setiawan, M.Pd dan Nikodimus, Sos, M.A.P tentang pembelajaran CTL, deeplearning serta teknologi penjernihan air dan penanaman pohon.
Pada tahap kedua ini, diberikan pembekalan materi mengenai pembelajaran CTL berbasis eksperimen dan temuan juga asesmennya yang bertujuan agar para guru mendapat pemahaman yang komprehensif dalam mengelola pembelajaran dan mengaitkan dengan lingkungan sekitar seperti sungai kapuas. Setelah itu, terdapat materi mengenai perancangan asesmen autentik. Materi ini ditujukan untuk memberikan informasi mengenai perancangan instrumen penilaian berbasis kinerja, proses, dan prodak. Materi ketiga dan keempat lebih berfokus pada pembelajaran yang lebih luas dan menyeluruh serta keterkaitan dengan penerapannya. Materi ini diberikan agar para guru dapat merencanakan, melaksanakan, pembelajaran dengan baik tidak hanya teori tetapi juga melatih keterampilan proses sains siswa melalui eksperimen dan discovery learning.
Pada tahap ketiga, program yang dilaksanakan adalah praktek pengukuran produktivitas primer, penjernihan air, pengolahan sampah organik, dan penanaman pohon. Praktek dan simulasi pembelajaran CTL berbasis eksperimen dan temuan dengan menampilkan praktik yang dilakukan. Praktek dan simulasi ini merupakan perwujudan dari pembelajaran CTL berbasis eksperimen dan temuan yang telah disampaikan pada tahap dua. Diharapkan melalui simulasi praktik ini, para guru dapat menerapkan pembelajaran IPA terutama pada pembahasan mengenai ekosistem perairan sungai, jelasnya.
Hilarius menambahkan bahwa Guru-guru kita sebagai garda terdepan dalam mendidik anak bangsa perlu mendapat tambahan informasi, terutama dalam pembelajaran dengan terintegrasi lingkungan sekitar. Sedangkan pada tahap keempat, dilakukan kegiatan pendampingan, bimbingan pengembangan CTL berbasis eksperimen dan temuan juga praktik-praktik yang dilakukan. Sementara pada tahap kelima, dilaksanakan evaluasi kegiatan bersama mitra yakni guru-guru IPA di kecamatan Sintang, tambahnya.
Mengenai program pengabdian kepada masyarakat ini sendiri merupakan program wajib dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh melalui riset dan pengembangan oleh para dosen. Pemerintah melalui DRPM, Kemdikbudristek, selalu membuka pengajuan pendanaan melalui penerimaan proposal PKM setiap tahunnya. Sehingga para dosen dapat mengajukan proposal agar dapat didanai sehingga kegiatan PKM yang berdampak secara maksimal kepada masyarakat.
Pada kesempatan ini, Hilarius yang juga Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ini mengharapkan agar mempunyai kepedulian untuk memberikan dampak bagi masyarakat sekitar dengan melaksanakan PKM. Tidak hanya sebagai kewajiban melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi, namun dosen diajak untuk dapat menjadi seberkas cahaya yang dapat menuntun dalam memecahkan persoalan yang ada di masyarakat.
Hilarius yang juga pernah menjadi peserta Short Course Research and Publication di University of Queensland Australia ini, mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DRPM) Kemdikbudristek RI atas dukungan pendanaan untuk melaksanakan program PKM ini.(*)
Editor : Hanif