PONTIANAK POST — Camat Kelam Permai, Kusmara, mendorong agar edukasi Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) yang mulai diterapkan di sekolah dasar tidak berhenti sebagai kegiatan pembelajaran di ruang kelas, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama di masyarakat.
Ia menilai pendidikan gizi sejak dini berperan penting dalam membentuk pola makan sehat sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap pangan lokal. “Dari sekolah-sekolah inilah kita berharap lahir generasi yang sehat, cerdas, dan mencintai pangan lokal,” ujar Kusmara di Sintang, kemarin.
Kusmara menekankan bahwa penanaman nilai gizi seimbang sejak bangku sekolah merupakan langkah awal memperbaiki kebiasaan makan masyarakat di masa depan. Menurutnya, tantangan utama saat ini adalah meningkatnya konsumsi makanan cepat saji dan kurangnya variasi dalam asupan gizi. “Edukasi B2SA bisa menjadi jembatan untuk memperkenalkan anak-anak pada berbagai sumber pangan bergizi yang tersedia di sekitar mereka,” jelasnya.
Camat mencontohkan, banyak bahan pangan lokal yang bernilai gizi tinggi namun sering diabaikan. “Kita punya singkong, jagung, pisang, dan sayur-mayur yang sebenarnya sangat bernutrisi. Ini yang harus kembali kita kenalkan,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya peran guru dan orang tua dalam memastikan edukasi B2SA tidak berhenti pada teori. “Anak-anak perlu melihat langsung contoh dari orang tua dan guru. Jika di rumah dan di sekolah berjalan searah, hasilnya pasti lebih maksimal,” tambahnya.
Kusmara berharap program B2SA dapat diperluas ke seluruh sekolah dasar di Kecamatan Kelam Permai dan menjadi bagian dari gerakan sosial berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan program gizi tidak cukup diukur dari kegiatan penyuluhan, tetapi dari perubahan perilaku nyata di masyarakat.
“Edukasi B2SA ini bukan hanya soal makanan, tapi tentang membangun kesadaran akan pentingnya kesehatan sejak dini,” tegasnya. Ia meyakini, dengan pembiasaan pola makan sehat sejak sekolah, generasi muda Kelam Permai akan tumbuh lebih kuat, produktif, dan bangga terhadap pangan daerah sendiri. (nda)
Editor : Hanif