PONTIANAK POST - Polres Sintang terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia dengan menggelar pelatihan negosiator bagi Polisi Wanita (Polwan). Langkah ini merupakan bagian dari pembinaan personel Polri agar mampu menangani situasi unjuk rasa dan konflik sosial melalui pendekatan komunikasi yang persuasif dan humanis.
Pelatihan dipimpin oleh Kasat Samapta Polres Sintang AKP Hariyanto dan menghadirkan AKP Supoyo sebagai narasumber. Kegiatan difokuskan pada keterampilan dasar negosiasi, teknik komunikasi taktis, serta simulasi penanganan massa di lapangan. Para peserta juga dibekali pemahaman tentang standar operasional prosedur (SOP) dalam pengamanan aksi agar tetap profesional dan sesuai aturan.
Kabag Ops Polres Sintang, Kompol Dedy Fahrudin Siregar, menegaskan bahwa kemampuan bernegosiasi merupakan keahlian penting yang harus dimiliki setiap anggota Polri, terutama Polwan. “Kemampuan negosiasi menjadi salah satu kompetensi utama bagi personel Polri, terutama bagi Polwan yang sering kali menjadi ujung tombak dalam meredam emosi massa,” ujarnya, Kamis (23/10).
Menurut Dedy, Polwan memiliki karakteristik empatik dan komunikatif yang menjadi modal penting dalam menciptakan penyelesaian damai. “Dengan kemampuan komunikasi yang baik, kita bisa mencari solusi terbaik tanpa menimbulkan eskalasi atau tindakan anarkis,” jelasnya.
Ia menambahkan, pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga membentuk karakter polisi yang lebih humanis dalam bertugas. “Pendekatan humanis adalah kunci dalam menjaga stabilitas keamanan dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri,” tegasnya. (nda)
Editor : Hanif