PONTIANAK POST - Pemerintah Kabupaten Sintang terus memperkuat langkah menuju kemandirian dan ketahanan pangan dengan mendorong percepatan kegiatan olah dan tanam padi tahun 2025. Upaya strategis ini dibahas dalam Rapat Koordinasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Percepatan Olah dan Tanam 2025, yang melibatkan perwakilan Brigade Pangan dari lima kabupaten di wilayah timur Kalimantan Barat.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Kartiyus menegaskan, percepatan ini menjadi bagian penting dari upaya mempercepat operasionalisasi Brigade Pangan di lapangan. “Kita ingin memastikan seluruh elemen pertanian bergerak lebih cepat dan terarah dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanaman padi,” ujarnya di Sintang, kemarin.
Menurut Kartiyus, Brigade Pangan memiliki peran vital dalam mendukung petani, terutama melalui optimalisasi pengelolaan lahan dan penerapan teknologi pertanian modern. “Penggunaan alsintan dan teknologi tepat guna harus benar-benar dimaksimalkan agar hasil panen meningkat dan efisiensi kerja petani tercapai,” tegasnya.
Rapat koordinasi ini diikuti oleh manajer, ketua divisi alat dan mesin pertanian (alsintan), serta ketua divisi budidaya dari Kabupaten Sintang, Kapuas Hulu, Melawi, Sekadau, dan Sanggau. Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk menyamakan langkah dan memperkuat kolaborasi lintas daerah dalam meningkatkan produksi pangan strategis, khususnya padi.
Kartiyus menekankan pentingnya kesiapan sejak dini menghadapi musim tanam mendatang, termasuk dukungan data lapangan yang akurat dan koordinasi antarwilayah. “Kalau semua pihak punya komitmen yang sama, saya yakin target peningkatan produksi padi bisa tercapai,” tuturnya.
Lebih jauh, Kartiyus berharap Brigade Pangan dapat berperan lebih aktif, tidak hanya dalam aspek teknis, tetapi juga pendampingan kepada petani agar mampu menerapkan praktik pertanian yang berkelanjutan. “Kemandirian pangan hanya bisa dicapai kalau petani kita kuat, efisien, dan didukung teknologi yang tepat,” pungkasnya. (nda)
Editor : Hanif