PONTIANAK POST — Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala mengingatkan para lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Kapuas Sintang agar tidak terbuai dengan gelar akademik semata. Ia menegaskan, tantangan sebenarnya justru dimulai setelah toga dilepas dan kampus ditinggalkan.
“Hari ini kita lepas dari dunia akademisi, besok kalian masuk ke dunia nyata. Dunia nyata ini menuntut loyalitas, kerja keras, dan kejujuran. Kalau kita pegang itu, di mana pun kalian bisa menjadi hebat,” ujar Bala saat menghadiri wisuda FISIP Universitas Kapuas Sintang, Kamis (30/10).
Bala menilai, kesuksesan bukan hanya diukur dari titel sarjana, tetapi dari kemampuan beradaptasi dan semangat pantang menyerah. Ia menyoroti masih banyak lulusan yang terjebak dalam pola pikir sempit mengenai arti keberhasilan. “Banyak yang gengsi kalau tidak menjadi pegawai negeri, gengsi kalau harus menjadi petani atau nelayan. Ubah pola pikir itu. Dunia ini menuntut konsistensi dan kerja keras, bukan sekadar gelar,” tegasnya.
Menurut Bala, semua profesi memiliki peran penting dalam membangun kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Karena itu, ia mendorong para lulusan untuk menghargai setiap pekerjaan serta berani mengembangkan potensi diri sesuai bidang masing-masing. “Jangan malu memulai dari bawah. Tidak semua orang langsung berada di posisi nyaman. Justru dari pengalaman itulah karakter dan keahlian terbentuk,” pesannya.
Tahun ini, sebanyak 264 mahasiswa dan mahasiswi FISIP Universitas Kapuas Sintang resmi menyelesaikan studi untuk tahun akademik 2024/2025. Bala berharap para alumni mampu menjadi generasi muda yang tangguh dan berintegritas di tengah persaingan global. “Gunakan ilmu sosial dan politik yang kalian miliki untuk menjadi agen perubahan. Ilmu yang bermanfaat bagi banyak orang itulah ukuran keberhasilan sesungguhnya,” tutupnya. (nda)
Editor : Hanif