Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

P2B Sintang Dorong Kemandirian Pangan, Warga Pedesaan Manfaatkan Pekarangan untuk Sumber Pangan Sehat

Riska Nanda Kumala Sari • Sabtu, 1 November 2025 | 13:02 WIB
BANTUAN P2B: Staf Ahli Bupati Sintang, Asmidi, menyerahkan bantuan Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) kepada warga Desa Temawang Muntai, sebagai upaya mendorong kemandirian pangan keluarga.
BANTUAN P2B: Staf Ahli Bupati Sintang, Asmidi, menyerahkan bantuan Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) kepada warga Desa Temawang Muntai, sebagai upaya mendorong kemandirian pangan keluarga.

PONTIANAK POST — Pemerintah Kabupaten Sintang terus menguatkan gerakan kemandirian pangan melalui program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) yang kini mulai diterapkan di Desa Temawang Muntai dan Desa Tawang Sari, Kecamatan Sepauk. Program ini mengajak masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan sehat, bergizi, dan berkelanjutan.

Staf Ahli Bupati Sintang Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, Asmidi, menyerahkan bantuan P2B kepada kelompok penerima manfaat di dua desa tersebut. Ia menegaskan bahwa program ini bukan hanya sekadar pemberian bantuan fisik, melainkan upaya membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya kemandirian pangan keluarga.

“Pemerintah ingin masyarakat mampu menghasilkan pangan bergizi dari pekarangannya sendiri. Dengan begitu, kebutuhan gizi keluarga dapat terpenuhi tanpa selalu bergantung pada pasar,” ujar Asmidi, Jumat (31/10).

Dalam kesempatan itu, rombongan juga meninjau area P2B di Desa Temawang Muntai. Warga setempat telah mengembangkan kebun sawi hidroponik, kebun daun bawang, serta kolam ternak lele sebagai bentuk pemanfaatan lahan pekarangan. Hasilnya mulai dirasakan masyarakat, baik untuk konsumsi sendiri maupun dijual guna menambah penghasilan.

Asmidi menilai inisiatif warga tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah memperkuat ketahanan pangan lokal. “Program seperti ini menjadi langkah nyata membangun ketahanan pangan dari tingkat keluarga. Jika dikelola dengan baik, hasilnya bisa menopang kebutuhan gizi sekaligus ekonomi rumah tangga,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia berharap program P2B mampu mendorong pola konsumsi masyarakat menuju konsep pangan beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA). “Dengan pengelolaan yang berkesinambungan, lahan pekarangan dapat menjadi sumber kehidupan baru bagi warga pedesaan,” ungkapnya.

Salah satu penerima manfaat, Sulastri, mengaku program ini membuatnya lebih produktif. “Dulu pekarangan rumah saya kosong. Sekarang bisa ditanami sayur dan pelihara lele, hasilnya lumayan untuk kebutuhan sehari-hari,” tuturnya. Program P2B menjadi salah satu strategi Pemkab Sintang untuk mewujudkan kemandirian pangan berkelanjutan berbasis rumah tangga, sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat desa. (nda)

Editor : Hanif
#Pangan Bergizi #sintang #Program P2B #Dorong warga #pekarangan #kemandirian pangan