PONTIANAK POST - Bukit Kelam tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Sintang, tetapi juga menyandang status sebagai salah satu batu monolit terbesar di dunia. Pernyataan ini diungkapkan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Sintang, Hendrika, saat memaparkan potensi wisata daerah, Kamis (6/11).
“Bukit Kelam berdiri kokoh sebagai saksi perjalanan alam, budaya, dan peradaban yang tumbuh di sekitarnya,” ujar Hendrika. Ia menekankan bahwa nilai Gunung Kelam tidak hanya pada keindahan panorama, tetapi juga potensi sosial dan ekonomi yang dapat mendorong kemajuan pariwisata Sintang.
Hendrika menilai Kelam Tourism Festival menjadi bukti nyata kemampuan masyarakat Sintang memadukan kekayaan alam dan budaya. “Festival ini menunjukkan Sintang memiliki destinasi berkelas, budaya yang hidup, dan masyarakat yang siap menyambut wisatawan dengan hangat,” tuturnya.
Selain itu, Hendrika menegaskan pentingnya pengembangan pariwisata berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat lokal sebagai pelaku utama. “Pariwisata harus membawa manfaat ekonomi langsung bagi warga sekitar, bukan sekadar kunjungan wisatawan,” jelasnya.
Kepala dinas itu juga menyoroti tantangan ke depan: bagaimana menjadikan Bukit Kelam ikon wisata yang menarik wisatawan nasional maupun internasional tanpa mengorbankan keaslian alam dan budaya. “Potensi Bukit Kelam bukan sekadar panorama indah, tetapi peluang besar bagi Sintang menembus panggung dunia,” tukas Hendrika. (nda)
Editor : Hanif