PONTIANAK POST – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Sintang meluncurkan rangkaian pelatihan untuk 812 pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang tersebar di seluruh kecamatan. Pelatihan ini digelar dalam delapan angkatan dan bertujuan untuk meningkatkan tata kelola koperasi di tingkat desa, dengan harapan dapat memperkuat perekonomian masyarakat lokal. Kepala Bidang Koperasi Disperindagkop dan UKM Sintang, Nashirul Haq, menjelaskan bahwa pelatihan ini adalah bagian dari program nasional Kementerian Koperasi dan UKM untuk memperkuat kelembagaan koperasi.
Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia pengurus koperasi menjadi kunci utama agar koperasi bisa berkembang secara profesional dan memberi dampak nyata bagi perekonomian masyarakat. “Pelatihan ini bertujuan agar para pengurus koperasi mampu mengelola dengan prinsip yang lebih modern, akuntabel, dan berkelanjutan,” kata Nashirul di Sintang, belum lama ini.
Lebih lanjut, Nashirul menyampaikan bahwa Koperasi Merah Putih diharapkan dapat memainkan peran lebih besar dalam membuka lapangan kerja dan memperkuat ekonomi desa. “Koperasi harus menjadi solusi untuk membantu anggotanya keluar dari masalah ekonomi, bukan justru memperburuk keadaan,” tuturnya.
Pelatihan angkatan kedua, yang diadakan pada 13-15 November 2025, diikuti sekitar 100 peserta dari Kecamatan Sintang dan Ambalau. Dalam tiga hari pelatihan, peserta memperoleh materi tentang manajemen koperasi, penguatan kelembagaan, dan pengelolaan unit usaha. Narasumber yang dihadirkan berasal dari berbagai bidang, termasuk akademisi, praktisi koperasi, dan pejabat Dinas Koperasi. “Dengan narasumber yang beragam, kami ingin memberikan pemahaman yang menyeluruh kepada peserta, baik dalam teori maupun praktik lapangan,” jelas Nashirul.
Menurut Nashirul, kemampuan pengurus koperasi untuk mengelola dengan baik akan menentukan apakah koperasi bisa bersaing dan bertahan di tengah perubahan ekonomi yang cepat. Total peserta yang terlibat dalam seluruh angkatan mencapai 812 orang, mewakili 406 KMP di Kabupaten Sintang. Pelaksanaan kegiatan ini didanai oleh Dana Dekonsentrasi Kementerian Koperasi dan UKM Tahun Anggaran 2025 melalui Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Barat.
Nashirul menekankan pentingnya momentum ini untuk kebangkitan koperasi desa. “Kami ingin koperasi di Sintang tidak hanya bertahan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi rakyat yang terhubung dengan industri nasional,” katanya. (nda)
Editor : Hanif