PONTIANAK POST - Manajer PLN ULP Sintang, Alex Halmar, mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap jaringan listrik bertegangan tinggi ketika menggelar kegiatan di ruang terbuka. Peringatan ini disampaikan setelah adanya temuan aktivitas warga yang mendirikan tenda atau perlengkapan acara terlalu dekat dengan tiang dan kabel listrik, yang bisa menimbulkan potensi bahaya.
Alex menegaskan bahwa jaringan listrik bertegangan tinggi seringkali tidak menunjukkan tanda bahaya secara kasatmata, namun bisa sangat mematikan. “Listrik bertegangan tinggi tidak selalu tampak berbahaya, tetapi kedekatannya dengan kegiatan masyarakat bisa berakibat fatal,” ujar Alex.
Ia menjelaskan bahwa sengatan listrik tidak hanya bisa terjadi melalui sentuhan langsung, tetapi juga bisa terjadi melalui kelembapan udara atau kebocoran arus. Pemasangan tenda di dekat gardu, jalur kabel, atau tiang listrik sangat berisiko tinggi. “Saat kondisi lembap, potensi aliran listrik merambat meningkat, yang tentunya sangat berbahaya bagi siapa saja yang berada terlalu dekat,” jelas Alex.
Alex juga mengingatkan bahwa peralatan tenda, terutama yang berbahan logam, dapat menjadi penghantar listrik tanpa disadari. Selain membahayakan keselamatan, tindakan tersebut juga bisa mengganggu sistem kelistrikan. Gangguan fisik pada jaringan, baik karena sentuhan atau tekanan dari peralatan acara, bisa menyebabkan korsleting. “Jika terjadi korsleting, dampaknya tidak hanya kebakaran, tetapi juga pemadaman listrik di wilayah sekitar. Sebuah kesalahan kecil bisa berakibat sangat luas,” katanya.
PLN mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan kegiatan yang dilakukan memiliki jarak aman dari instalasi kelistrikan. “Sangat penting bagi warga untuk mengenali titik-titik berbahaya sebelum mendirikan tenda atau panggung. Jika ragu, sebaiknya berkonsultasi dengan petugas PLN,” tambah Alex. Dia juga menegaskan bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama. “Kami di PLN menjaga jaringan agar tetap aman, tetapi masyarakat juga harus berperan dengan tidak melakukan aktivitas berisiko di sekitar jaringan listrik. Keselamatan harus selalu menjadi prioritas,” pungkasnya. (nda)
Editor : Hanif