Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Pelatihan Perempuan PGRI Sintang Dorong Guru Perempuan Jadi Pemimpin Profesional dan Berdaya

Riska Nanda Kumala Sari • Kamis, 20 November 2025 | 11:40 WIB
Hermina Bala berfoto bersama para peserta Pelatihan Perempuan PGRI Kabupaten Sintang.
Hermina Bala berfoto bersama para peserta Pelatihan Perempuan PGRI Kabupaten Sintang.

PONTIANAK POST – Ratusan guru perempuan dari berbagai sekolah di Kabupaten Sintang mengikuti Pelatihan Perempuan PGRI yang digelar di Gedung PGRI Sintang. Kegiatan ini menghadirkan Bunda Guru Kabupaten Sintang, Ny. Hermina Bala, yang tampil sebagai pembicara utama dan mendorong para guru perempuan untuk berani tampil sebagai pemimpin berdaya, profesional, dan berpengaruh.

Dalam pemaparannya, Hermina menjelaskan bahwa gelar “Bunda Guru” merupakan bentuk penghargaan dari PGRI bagi sosok yang memiliki kepedulian besar terhadap dunia pendidikan dan kesejahteraan guru. “Sebagai Bunda Guru, tentu saja saya ingin membersamai PGRI Sintang, khususnya Perempuan PGRI, untuk terus maju dan berkembang mencerdaskan anak bangsa,” ujarnya.

Hermina menekankan pentingnya peran strategis guru perempuan dalam pembentukan karakter anak. Ia menyebut perempuan adalah pendidik pertama yang memberikan sentuhan kasih sayang sebelum anak mengenal dunia sekolah. “Peran itu menjadi fondasi kuat bagi perempuan untuk tampil sebagai pemimpin, baik di lingkungan kerja maupun organisasi,” tegasnya.

Selain itu, Hermina mengajak guru perempuan untuk mampu menyeimbangkan peran domestik, profesi, dan organisasi. Ia menilai ketiga peran tersebut tidak perlu dipertentangkan, melainkan dapat saling menguatkan. “Saya berharap Perempuan PGRI bisa menjadi teladan dalam menyelaraskan peran sebagai ibu di rumah, guru di sekolah, dan anggota organisasi. Semua peran itu membawa dampak positif,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kecerdasan emosional sebagai kekuatan alami perempuan. Hermina mendorong guru untuk saling mendukung dan menunjukkan bahwa Perempuan PGRI adalah organisasi yang profesional, solid, dan bermartabat.

Menutup materinya, Hermina mengajak seluruh peserta untuk berani mengembangkan kompetensi kepemimpinan dan komunikasi. “Guru perempuan tidak hanya dituntut profesional saat mengajar, tetapi juga harus mampu memimpin dan berbicara efektif. Pelatihan ini menjadi ruang untuk mengasah kemampuan itu sekaligus memahami hukum yang menaungi profesi agar aman dalam bekerja,” tutupnya. (nda)

Editor : Hanif
#pendidikan #sintang #Perempuan PGRI #guru perempuan #pelatihan guru