PONTIANAK POST - Tim Program Sadar Gizi yang dijalankan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Pontianak Kelas Sintang bersiap memamerkan program Desa Sadar Gizi mereka di Desa Tebing Raya, dalam gelaran Abdidaya 2025 di Malang. Program ini fokus pada intervensi kesehatan masyarakat yang langsung menyasar keluarga di wilayah bantaran sungai, menghadirkan dampak nyata di lapangan.
Humas tim, Fara Nurhasah, menjelaskan bahwa dokumentasi dan hasil kerja tim siap dipresentasikan pada penilaian tingkat nasional. “Kami ingin menunjukkan bagaimana pendekatan sederhana, seperti edukasi gizi, kebun pekarangan, dan penguatan Posyandu, mampu memberi perubahan nyata,” kata Fara.
Persaingan pada Abdidaya 2025 cukup ketat, dengan 67 universitas dari seluruh Indonesia ikut serta. Meski demikian, Fara optimis. “Program kami berbasis kebutuhan masyarakat dan hasilnya bisa dilihat langsung. Itu menjadi kekuatan kami,” ujarnya.
Fara juga meminta dukungan doa dari masyarakat Sintang agar tim bisa tampil maksimal dan membawa nama baik daerah. “Kami berharap masyarakat Sintang terus mendukung agar bisa memberikan yang terbaik di tingkat nasional,” tambahnya.
Baca Juga: Koperasi Desa Merah Putih Sintang Diberdayakan Lewat Pelatihan untuk Tingkatkan Ekonomi Rakyat
Abdidaya menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat berbasis organisasi mahasiswa. Program ini mendorong mahasiswa menjadi penggerak perubahan di desa, sekaligus memastikan pemberdayaan berjalan berkelanjutan. “Dengan lolosnya program dari Sintang, kontribusi mahasiswa dalam pembangunan daerah kembali mendapat panggung penting di tingkat nasional,” kata Fara.
Sasar Perbatasan dan Bantaran Sungai
Sementara itu, Wakil Ketua PPK Ormawa HMJ Kesehatan Masyarakat, Chintya Salsabila Putri, mengungkapkan bahwa program mereka berfokus pada penguatan Posyandu di Desa Tebing Raya, Kecamatan Sintang. “Kami ingin memastikan layanan primer di wilayah perbatasan dan bantaran sungai dapat berjalan optimal sehingga keluarga semakin sadar akan pentingnya gizi,” ujar Chintya di Sintang kemarin.
Chintya menambahkan bahwa kegiatan mereka juga menargetkan penurunan stunting melalui edukasi gizi keluarga dan pemanfaatan pekarangan sebagai kebun gizi. “Akses layanan kesehatan dasar di daerah bantaran sungai masih menjadi persoalan. Karena itu, kami turun langsung untuk memperkuat layanan yang sudah ada,” jelasnya.
Keberhasilan lolos ke Abdidaya 2025 menjadi kebanggaan tersendiri bagi tim mahasiswa ini. “Kami mewakili Kabupaten Sintang di tingkat nasional pada 4–7 Desember mendatang di Universitas Muhammadiyah Malang. Ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan hasil kerja kami,” ungkapnya.
Program Abdidaya sendiri merupakan ajang apresiasi nasional yang digelar Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi sebagai bentuk pengakuan terhadap kerja organisasi mahasiswa dalam menjalankan pemberdayaan masyarakat. Ajang ini menilai praktik terbaik yang memberi dampak langsung pada masyarakat desa. (nda)
Editor : Hanif