Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Digitalisasi Layanan Kesehatan Sintang Dipercepat dengan Dukungan 250 Titik Internet

Riska Nanda Kumala Sari • Rabu, 26 November 2025 | 14:43 WIB
Sekretaris Dinas Kesehatan Sintang, Rosa Trifina, menyampaikan urgensi percepatan digitalisasi layanan kesehatan pada sosialisasi di Puskesmas Tempunak.
Sekretaris Dinas Kesehatan Sintang, Rosa Trifina, menyampaikan urgensi percepatan digitalisasi layanan kesehatan pada sosialisasi di Puskesmas Tempunak.

PONTIANAK POST — Upaya percepatan digitalisasi layanan kesehatan di Kabupaten Sintang semakin kuat dengan dukungan infrastruktur internet dari pemerintah pusat. Hal ini ditegaskan dalam kegiatan Sosialisasi Akselerasi Transformasi Digital Sektor Kesehatan yang digelar di Aula Puskesmas Tempunak, Selasa (25/11), melibatkan Tim Bakti Komdigi RI, Dinas Kominfo Sintang, BPJS Kesehatan, Kementerian Kesehatan, serta tenaga kesehatan dari berbagai fasilitas pelayanan.

Pelaksana Tugas Direktur Sumber Daya dan Administrasi BAKTI Komdigi, Sudarmanto, menyampaikan bahwa pemerintah pusat melalui BAKTI terus memperluas jaringan internet di Kabupaten Sintang sebagai fondasi penting digitalisasi sektor publik, termasuk kesehatan. Hingga kini, kata Sudarmanto, layanan internet telah hadir di 250 titik di Sintang, di antaranya sembilan titik di puskesmas. “Ini membuktikan bahwa pemerintah pusat menyadari pentingnya akses internet memadai untuk pelayanan masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa internet berperan sebagai infrastruktur dasar layanan modern. Stabilitas jaringan tak lagi dapat dipandang sebagai pelengkap. “Internet bukan lagi kebutuhan tambahan, tetapi menjadi bagian dari sistem pelayanan publik,” tegasnya.

Menurut Sudarmanto, penyediaan akses internet di fasilitas kesehatan merupakan langkah strategis untuk meningkatkan mutu layanan primer. Ketersediaan data yang cepat dan akurat membantu tenaga kesehatan memberikan pelayanan yang lebih responsif. “Dengan koneksi yang baik, proses pelayanan menjadi lebih akurat,” katanya.

BAKTI juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Sintang yang dinilai responsif dalam koordinasi dan penyediaan data. Pemetaan wilayah blank spot juga terus dilakukan untuk menentukan prioritas pembangunan jaringan. “Kami akan menyesuaikan intervensi berdasarkan kebutuhan di lapangan,” ujar Sudarmanto. Ia berharap perluasan jaringan ini mampu memperkecil kesenjangan akses digital antardaerah.

Jangkau Sembilan Puskesmas

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Sintang, Rosa Trifina, menekankan bahwa percepatan digitalisasi merupakan kebutuhan mendesak seiring pesatnya perkembangan teknologi. Menurutnya, transformasi digital dalam sektor kesehatan tidak hanya soal penggunaan aplikasi, tetapi mencakup peningkatan akses, kualitas layanan, serta tata kelola yang transparan. “Transformasi digital bukan sekadar memasang aplikasi baru, tetapi meningkatkan akses, kualitas layanan, serta tata kelola yang lebih transparan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa digitalisasi merupakan fondasi penting dalam enam pilar transformasi kesehatan nasional. Pilar pertama, yaitu Transformasi Layanan Primer, sangat mengandalkan interoperabilitas dan ketersediaan data kesehatan individu. Sosialisasi ini disebutnya sebagai momentum untuk menyelaraskan langkah daerah dengan visi Kementerian Kesehatan.

Rosa juga memaparkan dukungan infrastruktur internet melalui program Internet Bakti Aksi, yang hingga kini telah menjangkau sembilan puskesmas, termasuk Tempunak, Jelimpau, Merakai, dan Nanga Lebang. Tahun 2025, dukungan serupa diperluas ke Polindes Air Nyuruk dan Balai Pengobatan Balai Harapan.

Namun, Rosa menegaskan bahwa keberhasilan digitalisasi tidak hanya ditentukan oleh perangkat dan jaringan, melainkan komitmen seluruh pemangku kepentingan. “Setiap kepala puskesmas, kepala rumah sakit, hingga tenaga kesehatan harus memahami apa yang berubah dan mengapa hal ini penting,” katanya.

Ia berharap kegiatan sosialisasi ini mendorong implementasi nyata di fasilitas kesehatan serta meningkatkan kesiapan tenaga kesehatan dalam beradaptasi. “Teknologi harus menjadi mitra kerja, bukan beban. Tujuan akhirnya adalah terciptanya layanan kesehatan yang lebih adil, merata, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (nda)

 

Editor : Hanif
#digitalisasi kesehatan #sintang #internet desa #Kabupaten Sintang #komdigi