Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Edukasi IMS bagi Kelompok Muda, KBP3A Sintang Tekankan Peran Perempuan dalam Pencegahan

Riska Nanda Kumala Sari • Sabtu, 29 November 2025 | 13:56 WIB

 

 Florida Ida
 Florida Ida

PONTIANAK POST - Upaya pencegahan Infeksi Menular Seksual (IMS) di Kabupaten Sintang kembali mendapat perhatian serius melalui edukasi berkelanjutan yang menyasar kelompok muda. Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBP3A) Sintang menekankan pentingnya peran perempuan dalam memutus rantai penularan IMS, terutama melalui pendekatan keluarga dan komunitas.

Kepala Bidang Perlindungan dan Kesejahteraan Anak KBP3A Sintang, Florida Ida, menegaskan bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam menjaga kesehatan reproduksi. Menurutnya, perempuan sering kali menjadi pihak pertama yang mengelola kesehatan keluarga sehingga pemahaman mereka terhadap IMS sangat penting. “Angka kasus IMS nasional terus bergerak naik. Ini harus menjadi perhatian bersama, termasuk di Sintang. Perempuan memerlukan keberanian dan akses informasi yang akurat agar mampu melindungi diri dan keluarganya,” ujar Florida ida di Sintang, Rabu (26/11).

Florida menjelaskan bahwa pencegahan IMS tidak bisa hanya dibebankan kepada tenaga kesehatan. Ia menilai keterlibatan masyarakat menjadi faktor penentu keberhasilan. “Edukasi yang benar akan menyelamatkan generasi masa depan. Ketika seseorang memahami risiko dan cara pencegahannya, mereka dapat membuat keputusan yang lebih bertanggung jawab,” katanya.

Ia mengungkapkan bahwa stigma masih menjadi tantangan besar dalam upaya pencegahan IMS. Banyak perempuan yang merasa tabu membahas kesehatan reproduksi sehingga mereka tidak mengetahui tanda-tanda IMS maupun layanan yang dapat diakses. “Ketika perempuan tidak berani berbicara, risiko penularan semakin tinggi. Kita harus menghapus stigma itu agar informasi dapat bergerak lebih terbuka,” jelasnya.

Florida menekankan bahwa perempuan juga memiliki peran penting sebagai pendidik di dalam keluarga. Mereka diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada anak-anak dan remaja mengenai pola hidup sehat serta pentingnya perilaku seksual yang bertanggung jawab. “Perempuan harus berani menjadi agen perubahan. Ketika perempuan kuat, keluarga akan sehat, dan masyarakat menjadi lebih berdaya,” tegasnya.

Ia memastikan Dinas KBP3A Sintang terus memperluas jaringan edukasi berbasis komunitas dengan melibatkan sekolah, fasilitas kesehatan, lembaga keagamaan, serta organisasi masyarakat. "Langkah ini diharapkan memperkuat advokasi pencegahan IMS dan meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya kesehatan reproduksi," tutupnya. (nda)

Editor : Hanif
#peran perempuan #KBP3A #sintang #kelompok muda #edukasi #Agen Pencegahan #ims