PONTIANAK POST - Pemerintah Kabupaten Sintang mengingatkan bahwa ancaman kerusakan lingkungan di daerah kaya sumber daya alam seperti Sintang semakin nyata jika tidak diimbangi dengan tata kelola yang lebih serius. Peringatan itu disampaikan Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Harysinto Linoh, dalam kegiatan yang menyoroti penguatan pengelolaan lingkungan hidup dan tata kelola Daerah Aliran Sungai (DAS).
Harysinto menegaskan bahwa kekayaan alam bukan hanya keunggulan, tetapi juga beban tanggung jawab besar. “Sintang memiliki potensi alam yang luar biasa. Namun tanpa pengelolaan yang bijak, potensi itu justru bisa berubah menjadi kerentanan,” ujarnya, kemarin (7/12).
Ia menyoroti sederet persoalan lingkungan yang masih terjadi, mulai dari degradasi lahan, sedimentasi sungai, hingga tekanan terhadap kawasan konservasi. Menurutnya, masalah-masalah tersebut membutuhkan penanganan yang terencana, terukur, dan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut menjadi langkah Pemkab Sintang memperkuat upaya konservasi melalui kolaborasi dengan lembaga teknis dan para pemangku kepentingan. “Fokus utama diarahkan pada peningkatan tata kelola DAS sebagai fondasi penting keberlanjutan ekosistem,” jelasnya.
Harysinto menerangkan bahwa pengelolaan DAS yang baik akan berdampak langsung pada kualitas air, stabilitas ekologi, hingga produktivitas masyarakat yang bergantung pada sumber daya alam. Ia pun mengajak seluruh elemen, mulai dari masyarakat, dunia usaha, hingga komunitas lingkungan, untuk memperkuat komitmen menjaga kawasan bernilai konservasi tinggi. “Kita tidak bisa bekerja sendiri. Pelibatan semua pihak sangat diperlukan,” katanya.
Pemkab Sintang berharap kolaborasi lintas sektor dapat mendorong praktik pengelolaan lingkungan yang lebih adaptif dan berbasis data. “Upaya ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang lebih sehat dan menjaga sumber daya alam bagi generasi mendatang,” tutupnya. (nda)
Editor : Hanif