PONTIANAK POST - PLN ULP Sintang mengingatkan masyarakat untuk lebih memperhatikan aspek keselamatan ketika mendirikan bangunan di sekitar jaringan listrik. Manajer PLN ULP Sintang, Alex Halmar menuturkan jaringan listrik PLN membawa arus bertegangan tinggi yang dapat menimbulkan bahaya meskipun tidak terjadi kontak langsung.
“Arus listrik bisa menginduksi ke benda di sekitarnya. Jika bangunan berada terlalu dekat, risiko sengatan listrik atau bahkan kebakaran meningkat drastis,” ujar Alex di Sintang, kemarin (11/12).
Ia juga menekankan bahwa keberadaan bangunan yang berdiri terlalu dekat dapat menghambat petugas PLN dalam melakukan pemeliharaan jaringan. Situasi ini dapat memicu gangguan listrik yang berdampak pada masyarakat luas.
“Pemeliharaan rutin sangat penting. Jika jalurnya terhalang bangunan, potensi gangguan justru lebih sering terjadi dan tentu merugikan banyak pihak,” kata Alex.
PLN mengingatkan bahwa jarak aman minimal antara bangunan dan jaringan listrik adalah tiga meter, sesuai dengan standar keselamatan ketenagalistrikan. Alex menyarankan warga untuk memeriksa kondisi lingkungan sebelum membangun rumah, ruko, ataupun bangunan bertingkat.
“Keselamatan harus menjadi prioritas. Cek terlebih dahulu lokasi bangunan, pastikan sesuai aturan, dan jangan ragu berkonsultasi,” tegasnya.
Masyarakat yang membutuhkan informasi atau ingin melaporkan kondisi jaringan dapat menghubungi layanan PLN 123 atau menggunakan aplikasi PLN Mobile.
Alex berharap masyarakat dapat lebih sadar risiko dan memahami bahwa keselamatan kelistrikan bukan hanya mencegah kerusakan, tetapi juga melindungi nyawa.
“Jaga jarak hari ini bisa menyelamatkan nyawa esok hari,” tutupnya. (nda)
Editor : Hanif