Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Studi Untan: Pendirian Politeknik Negeri Sintang Penting untuk Kembangkan SDM Terampil dan Pembangunan Perbatasan

Riska Nanda Kumala Sari • Rabu, 17 Desember 2025 | 08:21 WIB

 

HASIL KAJIAN: Ketua Tim Studi Kelayakan Untan Thamrin Usman menyerahkan hasil kajian pendirian Politeknik Negeri Sintang kepada Bupati Sintang, Herkulanus Bala.
HASIL KAJIAN: Ketua Tim Studi Kelayakan Untan Thamrin Usman menyerahkan hasil kajian pendirian Politeknik Negeri Sintang kepada Bupati Sintang, Herkulanus Bala.

PONTIANAK POST — Rencana pendirian Politeknik Negeri Sintang dinilai layak dan mendesak untuk direalisasikan. Hasil studi kelayakan komprehensif yang dilakukan Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak menegaskan, kehadiran politeknik negeri di Sintang memiliki urgensi strategis, baik dari sisi akademik, kebutuhan industri, hingga dampaknya terhadap pembangunan daerah perbatasan.

Ketua Tim Penyusun Studi Kelayakan, Prof. Dr. Thamrin Usman, DEA, menjelaskan Kabupaten Sintang merupakan wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dengan potensi sumber daya alam besar, seperti perkebunan, hasil hutan, dan pertambangan. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya diimbangi ketersediaan sumber daya manusia terampil.

“Wilayah timur Kalimantan Barat juga masuk antrean pembentukan Daerah Otonomi Baru Provinsi Kapuas Raya dengan calon ibu kota di Sintang. Kondisi ini menuntut penguatan infrastruktur pendidikan tinggi untuk menyiapkan tenaga kerja terampil yang mendukung pembangunan daerah,” ujar Thamrin, Selasa (16/12).

Menurutnya, pendidikan vokasi menjadi kunci untuk memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus menjawab kebutuhan nyata dunia usaha dan dunia industri. Setiap tahun, ribuan lulusan SMA dan SMK di Sintang dan sekitarnya memiliki keterbatasan pilihan melanjutkan pendidikan, sehingga tidak terserap optimal di pasar kerja.

“Kehadiran perguruan tinggi vokasi akan membangun basis SDM terampil yang relevan dengan kebutuhan industri lokal dan memperkuat daya saing Kabupaten Sintang dalam menghadapi dinamika pembangunan,” katanya.

Thamrin menambahkan, selama ini keterlibatan masyarakat lokal dalam posisi strategis industri masih minim akibat keterbatasan kompetensi. Karena itu, penetapan program studi dirancang berbasis kebutuhan (demand-driven) dengan mempertimbangkan potensi ekonomi daerah serta kebijakan nasional pendidikan vokasi. “Hasil kajian kami menetapkan tujuh program studi strategis yang relevan dengan potensi lokal dan kebutuhan tenaga kerja,” jelasnya.

Adapun tujuh program studi tersebut meliputi D4 Pengembangan Produk Agroindustri, D4 Pengelolaan Perkebunan, D3 Teknik Pertambangan, D4 Teknik Manufaktur, D4 Teknik Sipil, D4 Teknik Pengendalian Pencemaran Lingkungan, dan D4 Teknik Informatika.

Ia menyebutkan, pendirian Politeknik Negeri Sintang diproyeksikan berdampak signifikan, mulai dari peningkatan kualitas SDM lokal, penurunan pengangguran lulusan SMA/SMK, hingga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi melalui riset terapan dan kolaborasi industri. “Profil lulusan yang diharapkan adalah kompeten secara vokasi, berdaya saing global, berakar pada kearifan lokal, dan berkarakter Pancasila,” kata Thamrin. (nda)

Editor : Hanif
#Politeknik Negeri Sintang #kajian #untan #daerah perbatasan #Kebutuhan SDM