PONTIANAK POST – Ikatan Keluarga Alumni Kehutanan (Ikahut) Universitas Tanjungpura Kabupaten Sintang menegaskan komitmen perbaikan lingkungan dengan melanjutkan kegiatan penyulaman pohon di sejumlah titik. Langkah ini dilakukan untuk mengganti tanaman yang mati atau tidak tumbuh optimal, sekaligus menegaskan bahwa penghijauan tidak berhenti pada seremoni penanaman semata.
Ketua Ikahut Untan Kabupaten Sintang, Deddy Irawan, mengatakan penyulaman pada 2025 difokuskan pada lokasi-lokasi yang telah dievaluasi sebelumnya. Penyulaman menjadi bagian dari upaya pemeliharaan agar fungsi ekologis ruang hijau tetap berjalan. “Ini bagian dari pemeliharaan. Pohon yang mati atau tidak sehat kami ganti dengan tanaman baru agar fungsi lingkungannya tetap berjalan,” ujar Deddy saat kegiatan penyulaman di lingkungan Istana Al Mukarramah Kesultanan Sintang, Sabtu (27/12).
Penyulaman di lingkungan Istana Al Mukarramah dilakukan karena sejumlah tanaman hasil penanaman sebelumnya tidak bertahan akibat banjir yang melanda kawasan tersebut. Selain di istana, kegiatan serupa juga dilakukan di sekitar SMA Negeri 2 Sintang dan MTs Negeri 1 Sintang.
Di lingkungan SMA Negeri 2 Sintang, penanaman difokuskan di area pekarangan Masjid Al-Kautsar. Lokasi ini melengkapi penanaman yang telah dilakukan pada 2024, sehingga kawasan sekolah dan sekitarnya tetap memiliki tutupan hijau yang terawat. “Penanaman ini melengkapi kegiatan sebelumnya agar lingkungan sekolah tetap hijau dan nyaman,” ungkap Deddy.
Sementara itu, di MTs Negeri 1 Sintang, hasil perawatan mulai menunjukkan dampak nyata. Sejumlah pohon buah seperti jambu kristal, jambu air, dan matoa yang ditanam pada 2022 kini telah berbuah dan dapat dinikmati oleh para siswa. “Sebagian pohon sudah bisa dinikmati siswa. Ini bukti bahwa perawatan berkelanjutan memberi hasil nyata,” jelasnya.
Apresiasi terhadap kegiatan tersebut disampaikan Sultan Sintang, Raden Barrie Danu Brata., Menurutnya, penyulaman pohon merupakan langkah penting untuk memastikan keberlanjutan fungsi lingkungan di kawasan bersejarah tersebut. Ruang hijau di sekitar istana, kata dia, menjadi bagian yang tak terpisahkan dari warisan Sintang. “Penyulaman ini penting agar kawasan istana tetap hijau, nyaman, dan lestari sebagai bagian dari warisan sejarah Sintang,” pungkasnya. (nda)
Editor : Hanif