Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pesta Keluarga Kudus Paroki Kristus Raja Katedral Sintang: Tekankan Peran Keluarga dalam Menjaga Iman

Riska Nanda Kumala Sari • Rabu, 31 Desember 2025 | 11:43 WIB
PESTA: Perayaan Pesta Keluarga Kudus di Paroki Kristus Raja Katedral Sintang.
PESTA: Perayaan Pesta Keluarga Kudus di Paroki Kristus Raja Katedral Sintang.

PONTIANAK POST - Uskup Keuskupan Sintang, Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM Cap menegaskan pentingnya peran keluarga sebagai fondasi utama pembentukan iman Katolik dalam perayaan Pesta Keluarga Kudus di Paroki Kristus Raja Katedral Sintang. Ia menilai keluarga memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga ketangguhan iman di tengah berbagai tantangan sosial yang terus berkembang.

Dalam refleksinya, Uskup Sintang mengangkat kisah Yosef dan Maria yang melindungi Yesus dari ancaman pembunuhan oleh Raja Herodes. Menurutnya, keputusan Yosef membawa Maria dan Yesus mengungsi ke Mesir mencerminkan tanggung jawab seorang ayah dalam menjaga keselamatan keluarganya.

“Yosef membawa Maria dan Yesus ke Mesir untuk menghindari ancaman Herodes, lalu kembali ke Nazaret untuk membesarkan Yesus. Di situ terlihat ketaatan Yosef kepada perintah Allah dan tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga,” ujar Mgr. Samuel.

Ia mengajak umat untuk melihat kisah tersebut sebagai teladan konkret tentang pengorbanan orang tua demi masa depan anak. Yosef, lanjutnya, tidak hanya bekerja untuk menghidupi keluarga, tetapi juga membentuk karakter Yesus melalui keteladanan hidup sehari-hari.

“Yesus belajar banyak hal tentang kehidupan di Nazaret. Yosef mengajarkan nilai kerja, tanggung jawab, dan cara hidup yang baik. Itu menjadi dasar pertumbuhan iman dan kemanusiaan Yesus,” katanya.

Uskup Sintang menegaskan bahwa keluarga Katolik merupakan “Gereja mini” tempat pendidikan iman pertama dan utama bagi anak-anak. Ia menilai praktik iman tidak selalu harus rumit, melainkan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di dalam keluarga.

“Di dalam keluargalah iman Katolik diajarkan. Relasi antara suami dan istri, orang tua dan anak, menjadi ruang utama pembentukan nilai iman,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa keluarga menghadapi berbagai tantangan serius, seperti pengaruh teknologi informasi, narkoba, dan pergaulan bebas. Oleh karena itu, keluarga diminta untuk terbuka terhadap kehadiran Tuhan sebagai benteng moral bagi anak-anak.

“Keluarga harus menghadirkan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Orang tua wajib memberi contoh kasih, kepedulian, dan tanggung jawab kepada sesama,” tegasnya.

Menutup pesannya, Uskup Sintang mengajak umat Katolik untuk terus memperkuat keluarga sebagai basis kehidupan Gereja dan masyarakat. Menurutnya, kemajuan Keuskupan Sintang sangat bergantung pada kekokohan iman keluarga-keluarga Katolik yang ada di dalamnya. (nda)

Editor : Hanif
#Uskup Sintang #sintang #Pendidikan Iman #katolik