Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Rencana Jogging Track di TWA Baning Sintang Masih Tertunda, BKSDA: Masuk Dokumen Perencanaan Lama

Riska Nanda Kumala Sari • Jumat, 9 Januari 2026 | 14:34 WIB
Ilustrasi Jogging Track
Ilustrasi Jogging Track

PONTIANAK POST - Rencana pembangunan jogging track di kawasan lingkar Hutan Wisata Baning atau Taman Wisata Alam (TWA) Baning, Kabupaten Sintang, bukanlah wacana baru. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat menegaskan bahwa fasilitas tersebut telah lama masuk dalam dokumen perencanaan pengembangan kawasan TWA Baning-Kelam.

Kepala BKSDA Kalimantan Barat, Murlan Demeria Pane, menyampaikan bahwa pihaknya pada prinsipnya menyetujui pengembangan fasilitas wisata alam yang ramah lingkungan di kawasan tersebut, termasuk pembangunan jogging track.

“Iya, setuju. Rencana jogging track itu memang sudah lama masuk dalam dokumen perencanaan kawasan,” ujar Murlan Pane di Sintang kemarin.

Ia menjelaskan, BKSDA Kalbar telah menyusun Feasibility Study dan Detail Engineering Design (FS DED) untuk pengembangan kawasan TWA Baning-Kelam. Dalam dokumen tersebut, jogging track menjadi salah satu fasilitas penunjang aktivitas rekreasi dan olahraga masyarakat tanpa mengabaikan aspek konservasi. Namun, hingga kini rencana tersebut belum dapat direalisasikan.

“Kendalanya saat ini masih pada pencarian sumber pendanaan, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Kami terus mengupayakan agar rencana ini bisa terwujud,” kata Murlan.

Menurutnya, dari sisi konsep dan perencanaan teknis, pengembangan kawasan wisata alam TWA Baning sudah disiapkan secara menyeluruh. Jogging track dirancang sebagai lintasan yang menyatu dengan alam, sehingga pengunjung dapat beraktivitas fisik sambil menikmati kawasan hutan kota yang menjadi paru-paru Sintang. Meski demikian, kebutuhan anggaran yang tidak kecil menjadi tantangan utama.

“Perencanaan ini sebenarnya sudah disusun sejak 2017. Tentu angka anggarannya sekarang sudah tidak lagi sesuai dengan kondisi saat ini dan perlu diperbarui,” jelas Murlan Pane.

Ia menambahkan bahwa dalam rancangan awal, jogging track direncanakan memiliki panjang sekitar 800 meter dengan konsep lintasan melingkar atau circular. Meski telah dirancang cukup detail, Murlan menegaskan bahwa perencanaan tersebut bersifat dinamis dan masih dapat disesuaikan dengan kondisi lapangan serta kemampuan pendanaan.

“Konsepnya bisa berkembang, menyesuaikan kebutuhan dan situasi. Yang penting, pengembangannya tetap mengedepankan prinsip konservasi,” ujarnya.

BKSDA Kalbar berharap adanya sinergi lintas pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun pemangku kepentingan lainnya, agar rencana pengembangan fasilitas di TWA Baning dapat segera direalisasikan. Keberadaan jogging track dinilai berpotensi meningkatkan daya tarik wisata alam sekaligus menyediakan ruang aktivitas sehat bagi masyarakat Sintang. (nda)

Editor : Hanif
#bksda kalbar #sintang #hutan kota #jogging track #Taman Wisata Alam